Tuesday, 4 December 2012

Pulihkan Kuku Kuning dengan Lemon

Ketika kuku kaki lepas dari perawatan, biasanya kuku menjadi kekuningan. Kekuningan pada permukaan kuku juga dapat terjadi jika terlalu sering mewarnai kuku dan tidak dibersihkan dengan teliti.

Untuk mengembalikan warna kuku yang sehat, usap dengan campuran air lemon dan hidrogen peroksida. Campurkan beberapa tetes air lemon segar dengan seperempat cangkir hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida yang dijual umumnya dijual dengan konsentrasi 3-10 persen. 

Celupkan bola kapas dalam cairan itu dan gosok kuku sampai noda terhapus. Setelah itu biarkan kuku tanpa pewarna selama beberapa hari agar pulih.

Sumber : surabaya.tribunnews.com

Jeruk Nipis Haluskan Lutut

Melanin (pigmen kulit) merupakan zat penentu cerah tidaknya kulit Anda. Semakin banyak kandungan melamin pada kulit, maka kulit akan semakin gelap. Siku dan lutut memiliki lapisan kulit yang lebih tebal dibandingkan lapisan kulit lainnya. Jadi wajar bila siku dan lutut berwarna gelap.

Tumit, siku, dan lutut memiliki kulit tebal yang kasar. Scrub dengan butiran kasar pun kadang-kadang tidak dapat membuat bagian kulit itu halus. Simpan selalu batu apung untuk menggosok bagian yang kasar dan tebal itu. 

Segera setelah digosok dengan batu apung, keringkan dengan handuk. Oles tumit, siku, dan lutut dengan pelembap. Ulangi lagi ketika pelembap mengering. Bagian kulit yang kasar itu harus mendapat perhatian lebih supaya tetap halus.

Jika ingin kulit siku dan lutut lebih cerah dapat dilakukan dengan menggosoknya memakai jeruk nipis. Biarkan sekitar 15 menit. Dengan handuk yang dicelup air hangat, gosok lembut lutut dan siku. Jika khawatir luka ketika digosok dengan handuk, campur jeruk nipis dengan sedikit minyak zaitun.

Minyak zaitun merupakan bahan alami yang dapat menghaluskan kulit. Oleskan pada bagian lutut dan siku serta tumit sebelum tidur. Biarkan terserap ke dalam kulit selama semalaman.


Sumber : surabaya.tribunnews.com

Manfaat Merica

Bumbu rempah-rempah khas Indonesia ini memiliki segudang manfaat. Untuk makanan, merica menambah rasa pedas yang sekaligus juga menghangatkan tubuh. Tidak heran bila merica mampu menyembuhkan sakit flu Anda, mendetoksi kulit, dan melawan penyakit kanker.

Senyawa kimia yang terkandung dalam merica, piperine, kemungkinan dapat mencegah perkembangan tumor menjadi kanker payudara. Demikian dikatakan peneliti di pusat studi kanker di Universitas Michigan. Piperine ini akan bertambah fungsinya jika dipadukan dengan kunyit.

Merica disebut juga penjinak sakit flu. Menurut Profesor dr Neil Schacter dari Sekolah Kedokteran Mt Sinai, New York, merica mengandung bahan kimia yang menimbulkan iritasi pada membran mukosa atau ingus. Sehingga ingus yang kental menjadi cair dan membantu membersihkan saluran hidung dan membuat lega orang bernafas.

Caranya, tambahkan sejumput merica ke semangkuk sup ayam. Makan selagi hangat, tak lama hidung yang tersumbat ingus menjadi bebas. Plong rasanya!
Kulit halus juga dapat diperoleh dari tumbukan kasar merica yang digunakan untuk membersihkan kulit wajah. 

Butiran tumbukan merica tersebut menstimulasi sirkulasi darah untuk mengirim lebih banyak oksigen dan nutrisi ke permukaan kulit Anda. Dan butiran tersebut membantu pengelupasan sel kulit mati.

Buat bahan scrub sendiri di rumah dengan mencampur secangkir gula, separo cangkir minyak massage, enam tetes essential oil beraroma jeruk, dan sejumput merica tumbuk. Aduk memakai sendok dan gosokkan bahan tersebut di kulit basah usai mandi. Kemudian basuh dengan air bersih dan kulit pun menjadi lebih halus bebas kotoran.


Sumber : surabaya.tribunnews.com

Makan Setelah Pukul 8 Malam Bikin Gemuk?

Sedang dalam program menurunkan berat badan jadi alasan banyak orang untuk menghindari makan di atas pukul 8 malam. Mereka beralasan makan terlalu malam akan membuat kalori disimpan dan diubah menjadi lemak.

Faktanya, kalori tidak mengenal waktu. "Tubuh akan mencerna dan menggunakan kalori dengan cara yang sama baik saat pagi, siang, atau malam," kata Mary Flynn, peneliti diet dari Miriam Hospital, AS.

Ia menjelaskan, kalori memang akan tersimpan di tubuh lebih lama kalau setelah kita makan lalu kita duduk atau tidur. Tetapi, esok hari saat kita berakivitas, apalagi berolahraga, tubuh akan memakai kalori yang sempat tersimpan itu.

Meski begitu, Flynn memang tidak menyarankan kita ngemil di malam hari. Alasannya, dalam kondisi lelah dan mengantuk kita cenderung memilih camilan yang tidak sehat.

Diet bukan berarti menahan lapar. Jika kita terbiasa menghindari makan atau makan terlalu sedikit, maka ketika tidak ada energi yang masuk, tubuh akan membongkar cadangan energi yang diambil dari otot. Konsekuensinya, tubuh jadi gampang lelah dan aktivitas terganggu.

Selain itu, metabolisme akan menurun dan ketika Anda kembali ke pola makan semula, berat badan dengan mudah bertambah dan kembali ke berat badan semula.

Jika Anda sering merasa lapar meski sudah makan malam, cobalah untuk mengganti camilan pengganjal perut yang lebih sehat, seperti mengganti es krim dengan sereal atau buah.


Sumber : surabaya.tribunnews.com

Makan Daging Buruk Buat Moral

Makan daging akan buruk akibatnya bagi moral karena dapat membuat seseorang berbohong dan mencuri, menurut buku pelajaran sekolah di India.

Panduan moral ini dicantumkan dalam buku pelajaran untuk siswa siswi usia 11 tahun dan berisi berbagai isu termasuk kesehatan, pendidikan jasmani dan pendidikan seks, seperti dilaporkan saluran televisi NDTV, India.

Pada satu halaman yang membicarakan mereka yang suka makan daging disebutkan, "mereka suka berbohong, lupa dengan janji, mencuri, berkelahi dan melakukan kejahatan seksual."

Organisasi Pertanian dan Pangan PBB tahun lalu mengatakan konsumsi daging per kapita di India antara lima sampai 5,5 kg per tahun, yang merupakan angka tertinggi yang dicatat organisasi dunia itu.

Badan pendidikan sekolah menengah India, CBSE, mengatakan buku itu dipilih oleh sekolah-sekolah tertentu dan mereka tidak memonitor isinya.

Konsumsi daging di India semakin lama semakin meningkat di tengah pertumbuhan ekonomi negara itu walaupun secara budaya dan menurut ajaran agama Hindu konsumsi daging dilarang.

Memuji masyarakat Jepang 

Sekitar 80% penduduk India menganut agama Hindu sementara lebih dari 13% beragama Muslim, menurut sensus tahun 2001.

Annie Koshi, kepala sekolah St Mary di Delhi yang tidak menggunakan buku pelajaran itu mengatakan, "CBSE merekomendasikan sejumlah penerbit dan juga sejumlah buku yang sebenarnya tidak bagus. Ini langkah yang bagus buat kami untuk mengkaji apakah para guru benar-benar membaca buku-buku yang diusulkan itu (agar dapat kami saring)."

Buku pelajaran itu juga berisi pujian kepada penduduk Jepang atas pilihan makanan mereka.

"Mereka adalah pemakan sayuran dan hidup lebih lama dibandingkan sebagian besar penduduk negara lain. Konsumsi sayuran hijau, kacang kedelai membantu mereka bertahan hidup selama berabad-abad."

Buku tersebut juga menyinggung soal nasehat pernikahan dan mengusulkan agar seorang wanita mencari suami pada usia antara 18 dan 25 tahun.


Sumber : surabaya.tribunnews.com

Makan Tahu Pun Bisa Meningkatkan Libido!

Tiram, champagne, atau cokelat, sering disebut-sebut sebagai makanan dan minuman yang mampu meningkatkan gairah seksual. Tetapi jenis makanan dan minuman tersebut sulit didapat, Anda bisa mencarinya sendiri ke pasar atau ke supermarket. Karena menurut penelitian terbaru, tofu atau tahu juga bisa menjadi sesuatu yang sifatnya afrodisiak.

Menurut studi dari UC Berkeley's Department of Environmental Science, Policy and Management ini, jika sering mengonsumsi tahu atau makanan lain yang berbahan dasar tumbuh-tumbuhan, Anda bisa menikmati kehidupan seks yang lebih baik ketimbang jika Anda mengonsumsi makanan yang berdaging. Dalam percobaan yang dilakukan, produk tumbuhan seperti kedelai memang memengaruhi kadar hormon estradiol (hormon seks) dan hormon kortisol (hormon stres), yang berakibat meningkatnya aktivitas seksual.

Hal ini sedikit bertentangan dengan penelitian lain dari Bellarmine University di Louisville, Kentucky, yang pernah menyatakan bahwa pria cenderung mengonsumsi daging karena membuat mereka lebih maskulin. Profesor Hank Rothgerberg, yang menerbitkan hasil penelitiannya di jurnal Men and Masculinity, mengatakan bahwa daging memang dikaitkan dengan kelelakian, kekuatan, dan kesuburan.

Di lain pihak, para aktivitis hak-hak binatang, PETA, belum lama juga menegaskan bahwa buah dan sayuran lah yang menjadi kunci kesuburan. Menurut para aktivis tersebut, kolesterol dalam daging, telur, dan produk olahan susu bisa menyumbat pembuluh darah dan memperlambat aliran darah ke seluruh organ tubuh, termasuk organ-organ kemaluan kita.

Sayuran tidak mengandung lemak hewani dan kolesterol seperti yang ditemukan pada daging, telur, dan produk olahan susu tersebut. Hasilnya, orang yang rajin makan sayuran umumnya lebih ramping ketimbang pemakan daging, dan kurang berisiko terkena penyakit jantung, stroke, diabetes, obesitas, dan kanker.

"Untuk urusan hubungan seks, pemakan daging akan cenderung lamban karena darah mereka mencoba menekan melalui pembuluh darah yang tersumbat tersebut. Sedangkan pemakan sayur lebih punya stamina untuk bercinta dalam waktu lama," ungkap direktur PETA wilayah Inggris, Mimi Bekhechi.

Selain merupakan sumber zat besi dan omega-3, dan membantu meringankan gejala menopause, tahu juga memiliki manfaat kesehatan yang sangat banyak. Jadi, tak ada salahnya jika Anda mulai mengonsumsi tahu lebih banyak dari sekarang.


SUmber : surabaya.tribunnews.com

Thursday, 29 November 2012

4 Strategi Hadapi Anak yang Melawan















Tingkah anak yang membantah atau melawan tentu kerap membuat orangtua naik darah. Misalnya, menolak tidur, tidak mau makan, menunda-nunda saat diminta mandi, merengek karena permintaannya membeli sesuatu di mall tidak dikabulkan, atau tak mau dilarang ketika memanjat-manjat pohon.

Wining Rohani, MSi, psikolog dari Sanggar Kreativitas Bona Jakarta, mengatakan sikap melawan orangtua biasanya dilakukan anak karena temper tantrum. Temper tantrumadalah letupan kemarahan anak yang sering terjadi saat anak menunjukkan sikap penolakan. Perilaku ini diikuti dengan tingkat menangis, berguling-guling di lantai, menjerit, melempar barang, memukul, menendang, dan lain-lain.

Menurut Wining, saat hal itu terjadi, orangtua harus menunjukkan otoritas. "Tentu bukan dengan kekerasan, melainkan dengan memegang erat si anak dan minta dia untuk belajar menyampaikan keinginannya dengan baik. Perlu diingat, jangan mengabulkan permintaan anak hanya karena merasa malu dengan tangis atau teriakannya di depan umum," jelas Wining.

Tetapi perlu diingat, untuk dapat mengontrol emosi anak, orangtua harus bisa mengontrol emosi mereka lebih dulu. Anda harus memberikan contoh yang baik agar ditiru anak. Berikut beberapa sikap yang disarankan Wining pada orangtua saat menghadapi anak melawan:

1. Tetaplah bersikap tenang, jangan sampai terpancing emosi. Usahakan agar orang di sekitar juga bersikap demikian, misalnya suami atau orangtua.

2. Setelah emosi anak menurun, dekati perlahan. Peluklah erat dengan penuh kasih sayang agar anak merasa nyaman dan aman. Ketika sudah tenang, tanyakan dengan lembut mengapa dia melawan.

3. Sampaikan pada anak bagaimana sikap yang baik dan positif. Jangan menyudutkan atau menyalahkannya. Satu hal yang perlu diingat, gunakan selalu bahasa yang lembut dan halus. Jangan mengumpat atau memarahi dengan bahasa kasar.

4. Setelah kejadian anak melawan itu berlalu, jangan diungkit-ungkit atau dingat-ingat terus. Anak bisa malu atau kesal. "Anda juga tidak perlu memberikan hadiah dalam bentuk barang sebagai bentuk penghargaan karena dia sudah tidak melawan. Yang penting, beri cinta dan rasa aman," tegas Wining.
Sebenarnya orangtua dapat meminimalisasi munculnya sikap melawan dari anak. Caranya? Kenali betul kebiasaan-kebiasaan buah hati. Perhatikan kapan emosi si anak muncul dan bagaimana ekspresinya ketika bereaksi. Dari situ bisa diperkirakan sikap yang harus diambil.

"Kalau anak selalu melawan saat sedang lelah atau habis bermain, jangan memintanya melakukan sesuatu pada saat seperti itu. Tentulah dia akan membantah atau melawan," papar Wining. Tetapi tentu tidak setiap saat orangtua bisa menunggu mood anak. Oleh karena itu, yang perlu selalu diingat, orangtua harus menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan buah hati. Buatlah mereka merasa aman dan nyaman. Dengan begitu, anak-anak pasti akan lebih percaya dan mau mendengarkan omongan orangtua.

Sumber : female.kompas.com