Showing posts with label Wirausaha. Show all posts
Showing posts with label Wirausaha. Show all posts

Monday, 10 December 2012

Pentingnya Berwirausaha Sejak Dini


Wirausaha bukan hanya dunianya orang dewasa, tapi juga bisa menjadi bagian dari dunianya anak-anak. Bedanya, wirausaha pada anak-anak tak bisa dijalankan sendirian, namun membutuhkan bimbingan dan dukungan dari orang dewasa, orangtua maupun guru.



Anak-anak yang mengenal dunia wirausaha sejak dini, akan mendapati manfaat untuk bekal masa depan kelak. Pada tahapan usia yang terbilang belia, anak-anak yang belajar menumbuhkan jiwa wirausaha, akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif. 

Kreativitas yang terlatih sejak dini, termasuk melalui berbagai ajang dan kegiatan kewirausahaan, menjadi modal utama produktivitas dan kemandirian anak kala ia dewasa.

Salah satu ajang wirausaha yang memberi kesempatan pada anak untuk berkreasi dan berani membuat terobosan serta mepresentasikannya, adalah Kidpreneur. 

Menjadi pribadi kreatif
Bagi psikolog anak, Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, Kidpreneur diikuti oleh anak-anak yang kreatif dan berani mencoba, dengan berbagai terobosannya. Selain melatih anak untuk kreatif sejak dini, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara mengenalkan profesi entrepreneur pada anak-anak.

"Entrepreneur di Indonesia masih tergolong sedikit. Kalau mau negara sukses, harus perbanyak entrepreneur. Kalau semua bercita-cita menjadi pegawai, beban negara berat. Anak-anak bisa belajar kreatif sejak dini. Anak-anak pun harus percaya diri untuk menjadi entrepreneur," jelasnya di sela acara Kidpreneur Award 2012 diadakan PermataBank dan Berani Mag, di fX Sudirman Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Kak Seto menjelaskan, setiap anak yang dihargai dengan berbagai kelebihannya ia akan percaya diri dan bisa mengembangkan potensinya. Dengan begitu anak pun siap menjadi entrepreneur yang punya gagasan orisinal, mampu memecahkan masalahm dan bisa memberikan terobosan. 

Memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar berbisnis (berwirausaha) sejak kecil bukan berorientasi mencari uang. Melainkan lebih untuk melatih kemandirian, dengan mengandalkan kreativitasnya. Kak Seto menolak anggapan bahwa anak yang belajar bisnis sejak kecil, akan menjadi "mata duitan". Tujuan melatih kewirausahaan sejak dini lebih untuk memberikan kesempatan pada anak untuk tumbuh menjadi pribadi kreatif. 

"Dengan kreativitas anak bisa menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada," jelasnya. 

Untuk bisa kreatif, anak harus tumbuh dalam suasana yang aman dan bebas secara psikologis. Aman berarti anak tidak banyak dicela atau dikritik berlebihan oleh orangtuanya. Bebas dalam arti anak diberi kesempatan untuk melontarkan ide, membuat terobosan baru.

Produktif dan tidak konsumtif
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, Kidpreneur merupakan bentuk kepedulian untuk memberikan kesempatan pada anak agar kreatif sejak dini. Melalui kegiatan ini anak-anak mendapatkan dukungan dan akses untuk mengasah kreativitasnya.

"Melalui ajang ini, sejak dini anak-anak dididik supaya lebih produktif dan tidak konsumtif, dengan dukungan keluarga. Ajang ini menunjukkan bagaimana satu keluarga kompak, solid, dan ada kasih sayang dengan pemahaman bahwa kegiatan wirausaha merupakan prasyarat untuk anak mandiri ke depan. Kegiatan ini penting dan strategis dampaknya bagi proses tumbuh kembang anak," jelasnya.

Menurut Linda, jiwa kewirausahaan harus ada pada individu. Ia menambahkan, perlu ada upaya untuk mempertajam pemahaman jiwa wirausaha. Pada anak-anak, hal ini bisa dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah atau bisa belajar dari kegiatan berkoperasi misalnya. Juga melalui berbagai kegiatan yang memberikan akses dan kesempatan pada anak untuk mengasah kreativitasnya.

"Anak-anak sekarang juga hidup dalam masa lebih banyak akses dan kesempatan, dan mereka sudah semestinya memanfaatkan kesempatan tersebut," tuturnya.

Tuesday, 27 November 2012

Modal Usaha Tanpa Utang, Bisakah?


Ketika memutuskan memulai usaha, yang pertama terbersit umumnya modal. Saat ini, tak sedikit yang berharap wirausaha dapat menambah pemasukan keuangan rumah tangga. Banyak pula orang yang langsung memulai usaha ketika melihat ada kesempatan. Padahal, berwirausaha tak semudah membalikkan telapak tangan. Khususnya ketika berbicara tentang modal.

Mungkin Anda termasuk orang yang mengambil risiko dan mengajukan pinjaman berbunga besar demi terlaksananya impian memiliki usaha dalam waktu singkat. Padahal menurut Lutfi Trizki SE, MM, RFA, menyusun perencanaan sebelum memulai usaha tak bisa secepat kilat.

Perencana keuangan ini menuturkan, setidaknya dibutuhkan waktu setengah tahun agar persiapan lebih matang sehingga hasil akhir berjalan seperti harapan. “Minimal waktu enam bulan ini untuk persiapkan dana dan melakukan riset pasar,” ujar Lutfi.
Selain matang, calon wirausahawan jangan terbawa emosi ketika membuat perencanaan. “Jangan sampai usaha langsung dimulai ketika keinginan hadir dan uang tersedia, karena banyak strategi yang harus dipikirkan,” lanjutnya.

Waspada bunga
Apa yang harus dilakukan ketika modal belum terkumpul dan Anda sedang mengupayakan sumber dana? Lebih baik cermati keuntungan dan kelebihan setiap alternatif pinjaman sebelum memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan jenis usaha Anda.

“Ketika kita memutuskan untuk berwirausaha dan mencari sumber modal ke bank atau koperasi kantor, perlu diketahui bahwa komitmennya besar dengan persyaratan yang cukup banyak, khususnya jika menginginkan bunga yang ringan,” ujar Lutfi. Apalagi, jika Anda memilih jenis pinjaman yang mudah cair dengan bunga tinggi.

Sisi positifnya, selain upaya pencairan yang instan, tagihan setiap bulan “memaksa” Anda disiplin mengelola pengeluaran. Selain itu, pinjaman ke bank juga dapat mengurangi pajak usaha di laporan keuangan.

“Namun, kita belum tahu bagaimana pasang-surut usaha kita kelak. Apakah tagihan pasti dapat diselesaikan tiap bulan? Karena ketika usaha mengalami penurunan dan kita masih punya tagihan, pada akhirnya dana darurat bisa terganggu, kan? Keuangan jadi rancu,” tambah salah satu penulis buku Successful Financial Planner  ini.

Nekat memilih cara paling ekstrem untuk mendapatkan modal? Menurut Lutfi, lebih baik tunda rencana memulai usaha dan siapkan sumber dana dengan tingkat risiko yang lebih rendah.
“Ada juga yang nekat menggadaikan surat berharga untuk memulai wirausaha, sementara nasib usaha pun belum pasti. Pada akhirnya, harta bisa disita dan kerugiannya lebih besar,” tegas Lutfi.

Dana pribadi
Para pemula sebenarnya tak perlu buru-buru memulai usaha karena usaha dapat dimulai dengan modal sendiri. Toh, Anda masih punya waktu mengumpulkan dana selama beberapa waktu.

Memang betul pilihan dana pribadi membutuhkan kesabaran karena waktu persiapan otomatis lebih panjang. Tapi, risikonya sangat minimal. Selain itu, Anda tak akan terlibat utang di kemudian hari dan keuntungan dapat segera “diputar” untuk mengembangkan usaha.

Mengumpulkan dana juga membutuhkan kedisiplinan supaya target tercapai. Nah, salah satu cara agar tetap disiplin adalah mengikuti arisan dengan tujuan mengumpulkan modal usaha. Selanjutnya, Anda perlu menyesuaikan alokasi dana dengan memfokuskan pendapatkan pada modal usaha.

Undang investor
Jika proses pengumpulan dana pribadi tak kunjung terpenuhi, coba upayakan pinjaman dari lingkaran terdekat, contohnya orangtua, saudara, atau teman baik. “Tentu pendekatannya lebih mudah karena kepercayaan sudah dibina sejak lama. Cicilan tagihan pun lebih ringan karena tidak berbunga. Itu kelebihan utamanya,” pungkas Lutfi.

Kekurangannya, faktor kedekatan pada akhirnya bisa membuat peminjam modal malah lupa bahwa ia sedang berbisnis. Kewajiban untuk membayar tagihan juga tidak terlalu mendesak karena ada harapan diberi keringanan oleh pemberi modal.

Alternatif lain adalah mengundang keluarga atau rekan menjadi investor usaha. Untuk cara ini, dibutuhkan persiapan dan perjanjian yang jelas. Anda harus memaparkan rencana usaha dan pembagian hak serta kewajiban secara rinci dengan pemilik modal.

“Perincian hak dan kewajiban ini penting, lho. Pembagian saham, kewenangan kedua pihak, dan pembagian keuntungan harus ditulis hitam di atas putih. Jangan mentang-mentang kenal lalu menggunakan asas kepercayaan,” papar Lutfi.

Hal ini dilakukan supaya bisnis tidak merusak hubungan di kemudian hari. Ketidaktegasan di awal, lanjut Lutfi, bisa membuat salah satu pihak merasa tidak adil dan memicu ketidakstabilan usaha. “Jangan sampai timpang tindih. Sebaiknya salah satu menjadi investor dan satunya yang menjalankan usaha,” tegas penulis buku Financial Parenting  ini.

Sumber : Tabloid Nova/ Annelis Brilian

3 Kiat Menyisihkan Dana Pribadi untuk Modal Usaha

Pisahkan uang untuk rumah tangga dan wirausaha agar
pertumbuhan usaha dapat diketahui dengan mudah
Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum memulai usaha? Jawabannya, keuangan rumah tangga yang sehat dan terencana. Hal ini dibutuhkan agar kelak tak ada tumpang-tindih antara keuangan rumah tangga dan keuangan usaha. Anda tak ingin pertumbuhan usaha tersendat karena keuntungan digunakan untuk menutupi pengeluaran rumah tangga, kan?

Nah, apa saja yang harus dipenuhi sebelum Anda menyisihkan dana untuk modal? Simak penuturan perencana keuangan Lutfi Trizki SE, MM, RFA, berikut ini:

Dana darurat untuk keluarga. Perhitungannya, jika Anda memilik 1 – 2 anak, dana darurat yang harus disiapkan sebesar enam kali pengeluaran rumah tangga. “Jika Anda berniat untuk memulai usaha, besaran dana darurat yang harus disiapkan adalah setara jumlah pengeluaran selama 9 – 12 bulan,” ujar Lutfi.

Tapi, kalau Anda memiliki tiga anak atau lebih, dana yang disiapkan otomatis lebih besar lagi. Besaran tersebut dapat menjadi dana cadangan jika terjadi hal yang tak diinginkan dalam keluarga atau usaha. “Selisih yang cukup besar itu diasumsikan dapat menutupi kebutuhan ketika bisnis Anda surut sebelum balik modal,” tambah Lutfi.

Disiplin mengatur pembukuan keuangan. “Anda harus stick to the budget. Pisahkan uang untuk rumah tangga dan wirausaha agar pertumbuhan usaha dapat diketahui dengan mudah. Banyak sekali wirausahawan yang sulit mendisiplinkan diri, khususnya jika keuangan bisnis dan rumah tangga dipegang oleh orang yang sama,” papar Lutfi.

Siapkan asuransi primer. Menurut Lutfi, asuransi jiwa penting untuk penghasil keuangan utama dalam keluarga. “Jadi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, ada biaya pertanggungan yang dapat membantu keuangan selanjutnya,” tambahnya. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan asuransi kesehatan.

Namun di antara ketiganya, dana darurat tetap yang utama. Pasalnya, menurut Lutfi, ada kalanya Anda akan membutuhkan uang yang dapat digunakan dalam keadaan mendesak. “Contoh yang terburuk jika pasangan meninggal. Pencairan asuransi akan membutuhkan waktu. Ketika itulah dana darurat sangat diperlukan,” pungkasnya.



Menghindari Pesaing, Kesalahan Utama Saat Berbisnis


Banyaknya kisah sukses di balik sepak terjang wirausahawan tak pelak membuat orang tertarik berkecimpung di dalamnya. Akan tetapi, pada kenyataannya memulai usaha memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak faktor yang menuntut pelakunya pantang menyerah dalam memasarkan barang dagangan agar tidak tenggelam di tengah persaingan.

Selain perkara modal, kejelian melihat peluang pun menjadi faktor penting dalam memulai usaha. “Penting diingat bahwa di samping menggapai kesuksesan, bisnis juga bertujuan membantu masyarakat dengan memberikan solusi yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhannya,” ujar Laksita Utama Suhud, konsultan bisnis di Business Wizards Consulting.

Tak dapat dipungkiri, seorang pemula memang harus memperbanyak referensi agar terhindar dari kesalahan-kesalahan yang dapat memperlambat atau bahkan mematikan laju pertumbuhan bisnis. Nah, menurut Laksita, terdapat tiga jebakan wirausaha yang seringkali ditemui para pebisnis. Yuk, simak bersama uraian dari business and marketing consultant  ini.

Menghindari pesaing
Memilih produk untuk bisnis membutuhkan begitu banyak perhitungan. Sebelum Anda memutuskan jenis barang atau jasa yang akan ditekuni, ketahui terlebih dahulu atmosfer bisnis dari masing-masing produk.

“Kecenderungan pemula dalam memilih bidang usaha biasanya mencari lahan yang tidak ada kompetitor. Mereka mencari aman dan terjebak di penjualan barang atau jasa yang tidak dibutuhkan pasar dalam jumlah besar,” ujar penulis buku Start Up Business Wizard  ini. Laksita menambahkan, dengan memilih produk yang tidak dibutuhkan pasar dalam jumlah banyak, berarti waktu yang diperlukan untuk mengembangkan usaha semakin panjang.

Memilih produk memang cukup rumit. Di satu sisi, berbisnis dalam bidang yang langka membuat hati tenang karena minimnya pesaing. Namun di sisi lain, pebisnis membutuhkan kesabaran karena produk yang dijual bukan barang primer masyarakat. Sementara ketika memilih produk yang dibutuhkan pasar dalam jumlah yang banyak, “Produk yang memiliki peluang bagus untuk dijual pasti memang ramai akan persaingan, namun permintaan masyarakat pun sudah jelas ada,” tambahnya.

Contoh, Anda ingin membuat usaha di wilayah dekat kampus yang ramai akan mahasiswa. Toko alat tulis serta aneka jenis makanan tentu sudah marak, namun target pemasaran sudah jelas karena Anda menjual barang yang selalu mereka butuhkan. Berbeda jika Anda memutuskan membuka pet shop. Meskipun hanya satu-satunya di wilayah itu, namun gairah konsumsi terhadap produk tersebut terbatas pada golongan tertentu serta intensitasnya tidak terlalu tinggi.

Mudah merasa puas
Ketika seseorang sudah memilih bidang yang akan ditekuni, selanjutnya ia mencari cara agar produk yang ia jual mampu mencuri hati konsumen. “Ingat, pasar selalu mencari yang terbaik. Maka pebisnis harus memiliki keunggulan bersaing,” kata Laksita.

Keunggulan kompetitif ini, biasanya luput dari pebisnis yang hanya memusatkan perhatian kepada usahanya, tanpa ikut memperhatikan geliat bisnis lain yang ada di sekitarnya. Maka, kesalahan kedua pebisnis adalah mudah merasa puas dengan pencapaiannya sehingga tidak memiliki keunggulan kompetitif yang membuat pelanggan kembali mengonsumsi barang yang ditawarkan. Pasalnya seperti prinsip ekonomi, masyarakat akan memilih mengeluarkan uang sekecil-kecilnya untuk manfaat yang sebesar-besarnya.

Maka untuk mendapatkan konsumen tetap, ada beberapa unsur yang harus diperhatikan dalam berbisnis. Unsur tersebut meliputi product, price, place, promotion, dan people, yang lebih baik dibandingkan tempat lain. “Kita harus memiliki produk yang lebih baik, dilihat dari penyajian, bahan baku, ataupun keunikannya. Akan lebih baik jika kita mengembangkan apa yang sudah banyak di pasaran,” ujar Laksita.

Laksita juga menjabarkan bahwa masalah harga (price) pun harus kompetitif. Dengan produk yang lebih unggul, kita harus mencermati sehingga harga yang ditetapkan sesuai dengan produk yang kita tawarkan.

Sementara dari segi tempat (place), yang perlu diperhatikan bukan hanya memilih tempat strategis yang dilewati banyak calon pembeli, tapi juga bagaimana wirausahawan memperhatikan konsep ruang bisnis yang unik dan membuat nyaman konsumen.

“Bagaimana melakukan promosi yang baik? Kuncinya adalah membuat calon pembeli menjadi pembeli, dan dia yang sudah membeli menjadi langganan bahkan memberi tahu teman-temannya untuk datang,” ujar Laksita. Ingat, pelanggan yang puas, dapat menjadi aset promosi terbaik untuk usaha Anda.

Terakhir adalah better people. Inti dari poin ini adalah bagaimana memperbaiki jasa pelayanan yang dapat membuat konsumen puas dan nyaman. “Karena apabila keempat unsur tadi sudah bagus tapi pelayanannya tidak memuaskan, bisa-bisa pembeli tidak ingin kembali lagi,” tukas Laksita. Untuk hal-hal tersebut, sudah sepatutnya pebisnis tidak merasa cepat puas agar terus ada keinginan untuk mengembangkan dan membuka bisnisnya lebih baik.

Tidak gigih
Jika hal-hal yang penting dilakukan dalam bisnis sudah dilaksanakan namun usaha Anda tak kunjung menunjukkan pertumbuhan, Laksita mengatakan, bisa jadi kesalahannya ada pada kegigihan Anda. “Jebakan yang ketiga adalah jika kita merasa semua yang kita lakukan cukup dan tidak perlu massive action,” pungkasnya.

Ia mengatakan, banyak pebisnis yang sekadar ingin memiliki usaha namun tidak memiliki niat untuk mengembangkannya. “Indikator sukses itu high sales. Jika usaha tak kunjung berkembang, penjualan atau permintaan dari konsumen tidak kunjung tinggi, padahal Anda sudah menawarkan produk, harga, tempat, dan faktor lain yang bagus, berarti Anda kurang ngotot dalam usaha,” tambahnya. Pasalnya, ia menambahkan, pebisnis tidak bisa setengah-setengah. Jiwa bisnis dan keinginan untuk sukses, harus ditanamkan penuh dalam diri sebelum memulai usaha.

Mengelola Profit Bisnis untuk Investasi

Berapa pun profit bisnis Anda, jika dikelola
dengan baik lantaran adanya tujuan
keuangan yang jelas, Anda bisa mendapatkan
manfaat darinya di masa mendatang

Dengan memahami dan menentukan tujuan keuangan, bisnis yang Anda jalankan bisa menjadi investasi jangka panjang. Berapa pun profit bisnis Anda, jika dikelola dengan baik lantaran adanya tujuan keuangan yang jelas, Anda bisa mendapatkan manfaat finansial darinya untuk kebutuhan di masa mendatang.

Jika Anda berencana memulai bisnis, jangan dulu menyerah ketika profit yang Anda dapatkan tidak bernilai besar. Dengan kata lain, jangan pernah meremehkan berapa pun profit yang Anda dapatkan dari bisnis yang sedang dijalankan kini.

Perencana keuangan Ligwina Hananto mengatakan, dengan memiliki tujuan keuangan yang jelas, profit yang didapatkan dari bisnis bisa meningkatkan penghasilan dan dimaksimalkan untuk perencanaan keuangan ke depan.

"Apa tujuan finansialnya, apakah untuk dana pensiun, liburan, pergi haji, biaya pendidikan anak. Harus dipikirkan ke mana uang dari hasil bisnis akan digunakan," jelasnya seusai jumpa pers peluncuran program "Smart Shopper Berbisnis" dari BelowCepek.com di Hong Kong Cafe, Jakarta, Selasa (26/11/2012).

Ligwina mencontohkan, dengan untung bisnis Rp 30.000 sekalipun, jika pebisnis memiliki tujuan finansial yang jelas, uang ini bisa dikumpulkan sebagai dana pendidikan anak atau dana pensiun, dengan perencanaan keuangan yang jelas.


Friday, 26 February 2010

12 Pilihan Franchise

Bisnis minimarket juga termasuk yang amat menjanjikan

Punya modal, tetapi tak punya banyak waktu untuk mengurus usaha? Ambil franchise saja. Sepuluh pilihan bisnis ini mungkin cocok untuk Anda.

1. Quick Cut
Salon rambut asal Jepang ini memiliki konsep berbeda dengan salon lain. Higienis dengan peralatan, selalu disterilisasi sebelum digunakan, waktu pelayanan hanya 15-20 menit, dan dikerjakan oleh stylist profesional. Paket franchise bisnis ini sekitar Rp 150 juta, sudah termasuk franchise fee Rp 40 juta untuk kerja sama selama 5 tahun, peralatan, dan renovasi tempat. Royalty fee 7%, ditambah marketing fee 3% dari pendapatan per bulan. Klik www.quickcutindonesia.com untuk informasi lebih lanjut.

2. Ikki Bento
Menyajikan menu makanan Jepang ala kaki lima yang dijual di gerai mini alias kedai. Paket franchise yang ditawarkan Rp 25-35 juta dengan sistem kemitraan (tidak perlu membayar royalty fee). Semua keperluan memulai usaha disediakan, dari bahan baku, peralatan, pelatihan karyawan, hingga promosi. Masa waktu kemitraan 5 tahun. Jika berminat, Anda bisa menghubungi Abri Mada di 021-714 00 008, atau email di ikkibento@yahoo.com.

3. Kedai Digital
Menjawab kebutuhan orang untuk tampil, kini bermunculan bisnis kedai digital. Banyak orang sangat suka memasang foto diri di mug, t-shirt, mouse pad, pin, atau gantungan kunci. Tak heran bila usaha ini pun cukup laris. Dengan sistem kerja sama BO alias Business Opportunity (sejenis franchise), usaha ini membutuhkan total investasi sekitar Rp 80-100 juta. Paket sudah termasuk mesin dan bahan baku yang akan digunakan untuk operasional. Informasi lebih lanjut, klik www.kedaidigital.com.

4. Indomaret
Hampir di setiap lokasi strategis, Anda akan menemukan Indomaret. Dana yang dibutuhkan untuk investasi bisnis ini sekitar Rp 250-350 juta. Sudah termasuk franchise fee Rp 36 juta untuk masa 5 tahun, perijinan, renovasi, peralatan elektronik, dan non elektronik, tetapi belum termasuk tempat, yang disyaratkan minimal seluas 120 m2. Royalti disesuaikan dengan omset tiap bulan: 0% bila omset kurang dari Rp 175 juta, 2% bila omset Rp 175-200 juta, 3% jika omset Rp 200-225 juta, dan 4% jika omset di atas Rp 225 juta. Jika berminat, Anda bisa menghubungi PT Indomarco Prismatama, 021-691 8978/691 8990.

5. 3D Baby Print
Bisnis membuat replika tangan dan kaki bayi ala body printing 3 dimensi memang masih langka. Namun, melihat betapa narsis orang jaman sekarang, prospek bisnis ini ke depan bakal cerah. Berapa investasinya? Ada beberapa paket pilihan. Paket silver Rp 38 juta, gold Rp 58 juta, dan platinum Rp 138 juta. Informasi lebih lanjut, hubungi PT Tatacipta Mega Pelangi, 021-9998 8388, 0811 848 585.

6. Kebab Turki Baba Rafi
Siapa tak kenal kebab, gulungan makanan khas Timur Tengah yang tersusun atas daging (sapi, ayam, kambing) panggang berbumbu dengan irisan sayuran, mayones, dan saus tomat? Anda bisa menjajal usaha makanan ini lewat franchise Kebab Turki Baba Rafi. Ada beberapa pilihan paket investasi. Tipe gerobak Rp 55 juta, booth Rp 75 juta, indoor booth Rp 105 juta, dan kafe Rp 185 juta, untuk masa kontrak 5 tahun, dan royalty fee sebesar 5%. Informasi lebih lanjut bisa Anda dapatkan di www.babarafi.com, atau hubungi Hendy Setiono di 031-7064 1912, atau 0812 358 0791.

7. Simply Fresh Laundry
Usaha laundry kiloan ini memang punya kelebihan dibanding usaha sejenis lain. Mulai dari proses pengerjaan yang menggunakan peralatan teruji, dan sesuai washing care label tips sehingga tidak merusak pakaian, hingga pelayanan yang telah terkomputerisasi dan menerapkan sistem member card. Harga investasi untuk paket standar Rp 80 juta, dan paket eksklusif Rp 99 juta. Ingin tahu lebih banyak, klik www.simplyfreshlaundry.com.

Yang ini juga menarik:
1. Photo & Print
Dengan Rp 36 jutaan Anda sudah bisa memulai bisnis foto instan ini. Informasi franchise hubungi Istana Pasar Baru Lt. 1, no. 31, Jakarta Pusat. Telp. 021-380 0271, Victor di 088 8356 4944.
2. Campina Scoop Counter
Memulai bisnis es krim ini, Anda cukup menginvestasikan dana sebesar Rp 10 juta. Informasi franchise hubungi Customer Service, 0 807 7576 (pulsa lokal).
3. I-Tutor
Kursus bahasa Inggris untuk anak-anak ini membutuhkan investasi sebesar Rp 35 juta, sudah termasuk franchise fee Rp 15 juta untuk seumur hidup, tetapi belum termasuk tempat. Informasi lebih lanjut, hubungi Jl. Raya Duri Kosambi No. 168H, Cengkareng, Jakarta Barat, telp. 021-541 0253.
4. Andrew Crepes
Investasi untuk bisnis makanan ringan ini Rp 39 juta. Biaya sudah termasuk franchise fee Rp 15 juta selama 5 tahun, dan peralatan usaha. Informasi franchise, klik www.andrewcrepes.com.
5. Sehat Therapy
Investasi untuk memulai bisnis salon sehat ini antara Rp 50-100 juta, sudah termasuk franchise fee Rp 60 juta selama 5 tahun, tapi termasuk tempat. Untuk informasi hubungi 021-385 5936, 345 3005.

Pilih Waralaba atau Usaha Sendiri?

Membeli franchise pun butuh pengawasan yang ketat.

Soto Mie Leo Dozan, Kebab Baba Rafi, Sinar Garut, Bengawan Solo Coffee.... Hm, bisnis food & beverage rasanya memang tidak pernah sepi. Anda pun jadi tertarik untuk memulai usaha sendiri di bidang ini. Tetapi mungkin Anda masih bingung antara merintis usaha sendiri, atau membeli franchise (waralaba) dari usaha yang sudah ada dan cukup dikenal (seperti singkong keju, donat kentang, jagung manis, dan lainnya).

Sebetulnya mana yang lebih menguntungkan dan aman bagi pemula di bidang wirausaha, merintis usaha sendiri atau membeli franchise? Jika membeli franchise dapat dikatakan aman, apa saja yang harus dipelajari, dipersiapkan, dan dilakukan? Sebaliknya, jika lebih aman merintis usaha sendiri, sebaiknya apa yang harus kita persiapkan dan lakukan terlebih dulu? Apakah modal sebanyak Rp 20 juta cukup untuk membuka usaha makanan kecil? Dari jumlah modal awal itu, berapa kira-kira uang yang sebaiknya kita putar, dan berapa jumlah uang yang harus disimpan sebagai cadangan modal?

Memulai suatu usaha selalu dirasakan berat bagi semua orang, apalagi bagi mereka yang belum pernah melakukan atau berbisnis sebelumnya.  Itulah sebabnya banyak orang yang kemudian mengambil jalan pintas dengan membeli franchise, dengan harapan tidak terlalu berat dan menakutkan dibandingkan memulai usaha sendiri. Sebenarnya, terdapat kelebihan dan kekurangan dari masing-masing usaha ini.

Satu hal pertama yang sering dilupakan oleh banyak pebisnis pemula adalah “membeli franchise” tetap sama dengan apabila kita memulai bisnis sendiri. Banyak orang beranggapan, membeli franchise adalah jaminan bahwa uangnya aman dan bisnis akan tetap berjalan.  Kenyataannya tidak demikian. Banyak yang terjadi, terutama di Indonesia, pada masa-masa euphoria franchise sekitar 3-4 tahun yang lalu, dimana usaha yang di-franchise-kan dahulu kini sudah tidak ada lagi usahanya. Atau, apabila masih ada pun hanya tinggal 1 atau 2 toko saja. Lebih parahnya lagi adalah, ada beberapa usaha yang di-franchise-kan justru kantor pusat alias franchisor-nya yang malah sudah tutup alias gulung tikar. Oleh sebab itu, berhati-hatilah. Itu sebabnya Asosiasi Franchise Indonesia atau AFI menerapkan aturan yang ketat bagi anggotanya.

Yang harus selalu diingat dan diperhatikan pula, stigma membeli franchise lebih aman daripada memulai usaha sendiri dengan cara dan merek sendiri, tidak sepenuhnya benar, khususnya di Indonesia. Seperti yang sudah diungkapkan di atas, franchise tetaplah merupakan sebuah bisnis atau usaha yang juga memiliki risiko dan harus dilakukan dengan serius dan benar. 
Apabila kita mengacu kepada proses standardisasi franchise di luar negeri, seorang franchisee (pembeli franchise) haruslah melalui proses menunggu atau waiting list, melakukan interview (wawancara) berkali-kali, sampai franchisor-nya yakin, orang tersebut layak untuk mendapatkan franchise yang diinginkan. Belum lagi memperhitungkan lokasi untuk tempat usaha ,yang menjadi salah satu ukuran terpenting suksesnya sebuah franchise

Seluruh proses yang dilakukan oleh sebuah perusahaan yang di-franchise-kan sebenarnya harus dilakukan oleh usaha mana pun yang meliputi pemasaran produk, keunggulan produk, lokasi penjualan, dan lain-lain. Hanya saja, banyak dari pebisnis pemula yang tidak mau atau tidak mengerti dalam melakukan persiapan awal sebuah usaha sebelum memulai usahanya itu. 
Akan tetapi, kendati proses ini sudah dijalankan, proses menjalankan sebuah usaha tetap harus dilakukan dan diawasi dengan ketat, layaknya usaha yang dilakukan tanpa franchise. Hal-hal yang diharus tetap dijaga antara lain: kualitas barang dagangan, standar layanan, standar kebersihan (untuk usaha restoran atau usaha lainnya yang memerlukan tingkat kebersihan yang tinggi), dan lain sebagainya.

Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan dari memilih franchise dibandingkan memulai usaha dengan merek sendiri?

Pertama, yang bisa diharapkan dari sebuah franchise adalah “branding” alias nama besar yang sudah disandang oleh franchisor. Dengan nama besar yang sudah disandang oleh franchisor, diharapkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk ataupun jasa yang diberikan sudah sangat tinggi. Sehingga, dapat dikatakan begitu buka toko sudah ada pembeli yang mengantri untuk masuk dan membeli dagangan Anda. Oleh sebab itu, hindari perusahaan yang di-franchise-kan yang belum mempunyai nama, baik itu nama bisnis atau usahanya, ataupun nama pemiliknya yang sudah dikenal masyarakat.

Kedua, untuk bisnis makanan, pastikan resep atau rasa yang sudah digemari oleh orang (khalayak ramai) dan teruji. Diharapkan ketika membuka toko itu, masyarakat sudah familiar dengan nama dan rasa dari makanan yang Anda jajakan, sehingga mereka tidak takut untuk mencoba. Banyaknya orang yang masuk ke toko akan meningkatkan penjualan, yang ujung-ujungnya akan meningkatkan pendapatan dan keuntungan.  Oleh sebab itu, carilah franchise dimana rasa makanan yang ditawarkan sesuai dengan lidah kebanyakan orang.

Keuntungan terakhir yang bisa didapatan dari sebuah franchise adalah sistem kerja yang sudah standar atau sama dari satu toko ke toko lain. Sistem kerja yang sudah standar ini akan memudahkan karyawan Anda untuk melakukan pekerjaan dan memudahkan Anda sebagai pemilik usaha untuk melakukan kontrol terhadap kerja karyawan, karena sudah jelas tolak ukurnya.

Yang harus dipersiapkan sebelum memulai usaha:
1. Pastikan Anda sudah memiliki dana darurat keluarga yang besarnya tergantung banyaknya tanggungan keluarga Anda. Pastikan pula dana investasi untuk usaha ini tidak akan mengganggu keuangan keluarga Anda (dianggap uang investasi yang hilang). 
2. Besaran dana investasi (secara nominal) akan tergantung dari jenis usaha dan skala usaha yang ingin dilakukan. Sebaiknya, mulailah dengan yang kecil dulu, setelah berhasil usahanya barulah bisa dibesarkan lagi.
3. Selain dana investasi untuk sewa, peralatan, dan perlengkapan, yang juga harus dipersiapkan adalah dana untuk perputaran. Idealnya, untuk usaha makanan diperlukan dana sekitar tiga bulan cadangan untuk diputarkan atau dikenal dengan modal kerja. Akan tetapi, agar lebih aman, Anda bisa mempersiapkan sampai dengan 6 bulan modal kerja. Yang harus selalu diperhatikan adalah jika Anda memiliki bujet investasi usaha sebesar Rp 20 juta (di luar modal kerja). Jangan menggunakan seluruh modal untuk investasi, tetapi pergunakan sebagian saja, sehingga ada kelebihan dana cadangan apabila dibutuhan.

Selamat berwirausaha!
Narasumber: Aidil Akbar Madjid, MBA, RFC, perencana keuangan dari International Association of Registered Financial Consultant (IRAFC) Indonesia.

Sumber : www.kompas.com

Ide Wirausaha: Kedai Kopi

Mesin pembuat cappuccino
Berwirausaha dengan modal terjangkau dan untung besar hampir dipastikan banyak diminati orang. Itulah gagasan atau cita-cita yang dianut pengusaha yang akan mengajak bermitra kepada siapa pun juga.

Kepada harian Warta Kota, Iwan Agustian, pemilik waralaba Semerbak Coffee Blend, mengatakan, untuk menjalankan usaha ini modal yang dibutuhkan calon pewaralaba hanya Rp 7 juta. Biaya itu sudah termasuk konter, bahan kopi sebanyak 6 rasa untuk 120 gelas atau cup, media promosi, software keuangan, seragam, dan manual pengoperasian.

Ada yang membedakan waralaba ini dengan waralaba lainnya. Kata Iwan, selain tidak memungut biaya franchise dan biaya promosi, Semerbak Coffee Blend juga tidak memakai sistem kontrak untuk kerja sama. Pewaralaba cukup belanja kebutuhan bahan kopi di kantor pusat Semerbak Coffee Blend.
"Ini yang membedakan waralaba kami. Kami berpegang pada visi yang kami buat. Kami ingin menciptakan pengusaha baru yang ingin berwirausaha di bidang minuman. Maka dari itu tidak dipungut biaya apapun kepada mitra kami. Termasuk tidak ada kontrak fee dan tidak ada batasan bulan bahkan tahun," ujar Iwan.

Cuma untuk mengikatnya, kata Iwan, para mitra harus belanja bahan kopi di kantor pusat. Termasuk para mitra yang berada di luar Depok atau luar Pulau Jawa, membeli bahan pembuat kopi di kantor yang berada di Jalan Nusantara, Depok itu. Untuk mitra yang berada di luar kota bahan pembuat kopi akan dikirim.

Sebelum menjadi mitra, calon mitra bisa mencicipi bahan dari pembuat kopi. Bagi yang berminat bisa membeli sampel yang berisi enam bahan kopi seharga Rp 50.000,-. Dalam paket ini terdapat bagaimana cara membuat dan menyajikan kopi blend. Harga sampel itu tidak termasuk ongkos kirim.
"Kami beri kesempatan kepada yang berminat untuk mencoba dulu sebelum memutuskan untuk bermitra dengan kami. Bila cocok, bisa diteruskan untuk bekerja sama dengan membayar uang muka 50 persen. Mengenai lokasi penjualan diserahkan langsung ke mitra. Kami tidak ikut survei. Karena yang tahu lokasi dan seluk-beluk pasarnya adalah mitra," kata Iwan.

Di sisi lain, waralaba ini juga bisa memberikan nilai lebih kepada calon mitranya. Misalnya, kata Iwan, mitra atau pewaralaba sudah menekuni usaha makanan lainnya, seperti menjual bakso atau somay, tetap bisa menjadi mitra tanpa harus menutup usaha yang sudah ditekuni.

Menu Semerbak Coffe Blend adalah iced cappuccino latte, hazelnut cappuccino latte, tiramisu cappuccino latte, caramel cappuccino latte, vanila cappuccino latte, dan chocolate cappuccino latte.

Iwan mengatakan, dalam satu hari pewaralaba yang sudah jalan rata-rata bisa menjual 200 gelas dengan harga jual dari Rp 7.000,- sampai Rp 10.000,-/gelas, karena tergantung dari lokasi dan target konsumennya.
Selain kopi ada tawaran yang lain yaitu teh gelas Goodtea. Modalnya mulai Rp 4,5 juta hingga Rp 7,5 juta dengan masa pengembalian modal dalam waktu dua hingga tiga bulan.

Goodtea menawarkan program waralaba dalam tiga paket, yakni paket A, paket B, dan tricycle booth. Praska Gilang Ramanda, Marketing Goodtea, mengatakan, paket-paket itu mempunyai harga paket yang berbeda. Paket A ditawarkan Rp 4,5 juta, paket B ditawarkan Rp 5,5 juta, dan paket tricycle booth Rp 7,5 juta.

Waralaba Goodtea juga tidak menarik biaya royalti dan fee franchise kepada mitranya. Semua keuntungan yang diraih franchisis (istilah pewaralaba Goodtea) dimiliki sepenuhnya oleh pewaralaba. Anda tertarik?

(A Sunu Dirgantoro/Warta Kota)
Semerbak Coffee Blend
Jalan Nusantara No.27A – Samping Bank Mandiri, Depok, Jawa Barat 16421
Telepon:  021 9727 4878, 0818 0809 8369
Email:     info@semerbakcoffee.com

Sumber : www.kompas.com