Tuesday, 27 November 2012

Menghindari Pesaing, Kesalahan Utama Saat Berbisnis


Banyaknya kisah sukses di balik sepak terjang wirausahawan tak pelak membuat orang tertarik berkecimpung di dalamnya. Akan tetapi, pada kenyataannya memulai usaha memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak faktor yang menuntut pelakunya pantang menyerah dalam memasarkan barang dagangan agar tidak tenggelam di tengah persaingan.

Selain perkara modal, kejelian melihat peluang pun menjadi faktor penting dalam memulai usaha. “Penting diingat bahwa di samping menggapai kesuksesan, bisnis juga bertujuan membantu masyarakat dengan memberikan solusi yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhannya,” ujar Laksita Utama Suhud, konsultan bisnis di Business Wizards Consulting.

Tak dapat dipungkiri, seorang pemula memang harus memperbanyak referensi agar terhindar dari kesalahan-kesalahan yang dapat memperlambat atau bahkan mematikan laju pertumbuhan bisnis. Nah, menurut Laksita, terdapat tiga jebakan wirausaha yang seringkali ditemui para pebisnis. Yuk, simak bersama uraian dari business and marketing consultant  ini.

Menghindari pesaing
Memilih produk untuk bisnis membutuhkan begitu banyak perhitungan. Sebelum Anda memutuskan jenis barang atau jasa yang akan ditekuni, ketahui terlebih dahulu atmosfer bisnis dari masing-masing produk.

“Kecenderungan pemula dalam memilih bidang usaha biasanya mencari lahan yang tidak ada kompetitor. Mereka mencari aman dan terjebak di penjualan barang atau jasa yang tidak dibutuhkan pasar dalam jumlah besar,” ujar penulis buku Start Up Business Wizard  ini. Laksita menambahkan, dengan memilih produk yang tidak dibutuhkan pasar dalam jumlah banyak, berarti waktu yang diperlukan untuk mengembangkan usaha semakin panjang.

Memilih produk memang cukup rumit. Di satu sisi, berbisnis dalam bidang yang langka membuat hati tenang karena minimnya pesaing. Namun di sisi lain, pebisnis membutuhkan kesabaran karena produk yang dijual bukan barang primer masyarakat. Sementara ketika memilih produk yang dibutuhkan pasar dalam jumlah yang banyak, “Produk yang memiliki peluang bagus untuk dijual pasti memang ramai akan persaingan, namun permintaan masyarakat pun sudah jelas ada,” tambahnya.

Contoh, Anda ingin membuat usaha di wilayah dekat kampus yang ramai akan mahasiswa. Toko alat tulis serta aneka jenis makanan tentu sudah marak, namun target pemasaran sudah jelas karena Anda menjual barang yang selalu mereka butuhkan. Berbeda jika Anda memutuskan membuka pet shop. Meskipun hanya satu-satunya di wilayah itu, namun gairah konsumsi terhadap produk tersebut terbatas pada golongan tertentu serta intensitasnya tidak terlalu tinggi.

Mudah merasa puas
Ketika seseorang sudah memilih bidang yang akan ditekuni, selanjutnya ia mencari cara agar produk yang ia jual mampu mencuri hati konsumen. “Ingat, pasar selalu mencari yang terbaik. Maka pebisnis harus memiliki keunggulan bersaing,” kata Laksita.

Keunggulan kompetitif ini, biasanya luput dari pebisnis yang hanya memusatkan perhatian kepada usahanya, tanpa ikut memperhatikan geliat bisnis lain yang ada di sekitarnya. Maka, kesalahan kedua pebisnis adalah mudah merasa puas dengan pencapaiannya sehingga tidak memiliki keunggulan kompetitif yang membuat pelanggan kembali mengonsumsi barang yang ditawarkan. Pasalnya seperti prinsip ekonomi, masyarakat akan memilih mengeluarkan uang sekecil-kecilnya untuk manfaat yang sebesar-besarnya.

Maka untuk mendapatkan konsumen tetap, ada beberapa unsur yang harus diperhatikan dalam berbisnis. Unsur tersebut meliputi product, price, place, promotion, dan people, yang lebih baik dibandingkan tempat lain. “Kita harus memiliki produk yang lebih baik, dilihat dari penyajian, bahan baku, ataupun keunikannya. Akan lebih baik jika kita mengembangkan apa yang sudah banyak di pasaran,” ujar Laksita.

Laksita juga menjabarkan bahwa masalah harga (price) pun harus kompetitif. Dengan produk yang lebih unggul, kita harus mencermati sehingga harga yang ditetapkan sesuai dengan produk yang kita tawarkan.

Sementara dari segi tempat (place), yang perlu diperhatikan bukan hanya memilih tempat strategis yang dilewati banyak calon pembeli, tapi juga bagaimana wirausahawan memperhatikan konsep ruang bisnis yang unik dan membuat nyaman konsumen.

“Bagaimana melakukan promosi yang baik? Kuncinya adalah membuat calon pembeli menjadi pembeli, dan dia yang sudah membeli menjadi langganan bahkan memberi tahu teman-temannya untuk datang,” ujar Laksita. Ingat, pelanggan yang puas, dapat menjadi aset promosi terbaik untuk usaha Anda.

Terakhir adalah better people. Inti dari poin ini adalah bagaimana memperbaiki jasa pelayanan yang dapat membuat konsumen puas dan nyaman. “Karena apabila keempat unsur tadi sudah bagus tapi pelayanannya tidak memuaskan, bisa-bisa pembeli tidak ingin kembali lagi,” tukas Laksita. Untuk hal-hal tersebut, sudah sepatutnya pebisnis tidak merasa cepat puas agar terus ada keinginan untuk mengembangkan dan membuka bisnisnya lebih baik.

Tidak gigih
Jika hal-hal yang penting dilakukan dalam bisnis sudah dilaksanakan namun usaha Anda tak kunjung menunjukkan pertumbuhan, Laksita mengatakan, bisa jadi kesalahannya ada pada kegigihan Anda. “Jebakan yang ketiga adalah jika kita merasa semua yang kita lakukan cukup dan tidak perlu massive action,” pungkasnya.

Ia mengatakan, banyak pebisnis yang sekadar ingin memiliki usaha namun tidak memiliki niat untuk mengembangkannya. “Indikator sukses itu high sales. Jika usaha tak kunjung berkembang, penjualan atau permintaan dari konsumen tidak kunjung tinggi, padahal Anda sudah menawarkan produk, harga, tempat, dan faktor lain yang bagus, berarti Anda kurang ngotot dalam usaha,” tambahnya. Pasalnya, ia menambahkan, pebisnis tidak bisa setengah-setengah. Jiwa bisnis dan keinginan untuk sukses, harus ditanamkan penuh dalam diri sebelum memulai usaha.

Mengelola Profit Bisnis untuk Investasi

Berapa pun profit bisnis Anda, jika dikelola
dengan baik lantaran adanya tujuan
keuangan yang jelas, Anda bisa mendapatkan
manfaat darinya di masa mendatang

Dengan memahami dan menentukan tujuan keuangan, bisnis yang Anda jalankan bisa menjadi investasi jangka panjang. Berapa pun profit bisnis Anda, jika dikelola dengan baik lantaran adanya tujuan keuangan yang jelas, Anda bisa mendapatkan manfaat finansial darinya untuk kebutuhan di masa mendatang.

Jika Anda berencana memulai bisnis, jangan dulu menyerah ketika profit yang Anda dapatkan tidak bernilai besar. Dengan kata lain, jangan pernah meremehkan berapa pun profit yang Anda dapatkan dari bisnis yang sedang dijalankan kini.

Perencana keuangan Ligwina Hananto mengatakan, dengan memiliki tujuan keuangan yang jelas, profit yang didapatkan dari bisnis bisa meningkatkan penghasilan dan dimaksimalkan untuk perencanaan keuangan ke depan.

"Apa tujuan finansialnya, apakah untuk dana pensiun, liburan, pergi haji, biaya pendidikan anak. Harus dipikirkan ke mana uang dari hasil bisnis akan digunakan," jelasnya seusai jumpa pers peluncuran program "Smart Shopper Berbisnis" dari BelowCepek.com di Hong Kong Cafe, Jakarta, Selasa (26/11/2012).

Ligwina mencontohkan, dengan untung bisnis Rp 30.000 sekalipun, jika pebisnis memiliki tujuan finansial yang jelas, uang ini bisa dikumpulkan sebagai dana pendidikan anak atau dana pensiun, dengan perencanaan keuangan yang jelas.


5 Kebiasaan Buruk Pasangan dalam Berkomunikasi


Kemauan mendengar dan berkata yang menunjukkan
sikap  menghargai perlu dimiliki pasangan
Pentingnya membangun komunikasi positif dalam hubungan berpasangan, telah berkali-kali disebutkan dalam berbagai penelitian menyangkut hubungan juga pernikahan. Banyak riset yang juga menunjukkan, minimnya komunikasi merupakan salah satu penyebab perceraian.

Menurut Deb Dutilh, relationship coach, berikut kebiasaan buruk pasangan dalam berkomunikasi yang berkontribusi terhadap rusaknya hubungan, bahkan memicu perceraian:

Berpura-pura
Berapa kali Anda bilang "Iya" padahal sebenarnya Anda ingin mengatakan "Tidak"? Apakah Anda juga kerap mengatakan, "Saya tidak tahu" karena takut dikritisi, ditolak, atau dihakimi? Saat Anda terbiasa menerima segala hal yang berlawanan dengan hati kecil Anda, memilih diam untuk mencegah terjadinya perselisihan, maka Anda tengah menyimpan rasa dendam dan kebencian.

Menutupi perasaan dan tak memercayai pasangan untuk bersikap lebih dewasa menerima kata "Tidak" dari Anda, takkan membuat keadaan lebih baik. Lebih baik katakan sejujurnya apa yang Anda rasakan. Jika sedang berselisih, katakan dengan jujur, "Saya tidak bisa membahas ini sekarang. Saya perlu memikirkannya kembali, dan siap membahasnya satu jam lagi."

Penuhi janji Anda tersebut, dan hindari mengiyakan apa saja yang dikatakan pasangan hanya demi menghindari perbedaan pendapat yang berakhir pada perselisihan.

Ketidaksesuaian
Komunikasi yang terjadi pada pasangan kebanyakan bersifat non verbal. Kadangkala, apa yang Anda ucapkan tak sesuai dengan gestur tubuh. Tak heran jika kemudian banyak pasangan yang bertengkar, dan semakin emosi terhadap satu sama lainnya.

Saat Anda mengatakan sesuatu dibarengi dengan bahasa tubuh yang tak sinkron, Anda tengah mengirimkan pesan kepada lawan bicara. Untuk menghindari ini, pastikan Anda bicara dengan pasangan sambil menjaga kontak mata. Dengan begitu, Anda dan dia saling mendengarkan secara aktif, dan fokus pada apa yang dikatakan lawan bicara.

Sikap kalah-menang
Komunikasi efektif terjadi saat lawan bicara Anda menerima pesan Anda dengan baik. Meski begitu selalu ada kemungkinan komunikasi menjadi memburuk ketika membahas isu yang membuat Anda dan dia merasa tak nyaman. Anda dan dia pun mulai bersikap menghakimi, menyalahkan dan melawan.

Saat komunikasi memburuk, sikap mencari kesalahan lawan bicara, bahkan dibarengi sikap emosional, takkan memperbaiki keadaan. Alih-alih menunjukkan sikap menang-kalah, ciptakanlah suasana yang tenang bersama pasangan. Bangun komunikasi yang lebih positif dengan sikap saling menghargai pendapat lawan bicara, dan bersikaplah jujur serta terbuka.

Banjir interupsi
Komunikasi yang baik juga membutuhkan kemampuan dan kemauan mendengar. Memotong pembicaraan dan tak memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk mengutarakan pendapatnya secara lengkap, juga kerap terjadi dalam komunikasi pasangan.

Yang kerap terjadi adalah, pria seringkali mengeluhkan tuntutan pasangannya untuk memberikan respons cepat, padahal ia masih memikirkan jawabannya. Jika Anda merasa mengalami hal ini, alih-alih menuntut pasangan memberikan respons cepat, hitung hingga 30 sebelum Anda mengeluhkan sikap pasangan yang sedang memikirkan jawaban atas pertanyaan Anda. Juga jangan ajukan beberapa pertanyaan sekaligus.

Memberikan kesempatan pada pasangan untuk bicara, dan tidak memotong perkataannya, menimbulkan rasa saling menghargai. Latih kesabaran untuk menunggu, tidak lagi menginterupsi apalagi menuntut pasangan untuk memberikan respons cepat sesuai keinginan Anda.

Hanya berfokus pada hal negatif
Munculkan kembali kebiasaan mengucapkan kata-kata positif, seperti "Terima kasih", "Tolong" atau kata lain yang menunjukkan sikap menghargai.  Hal ini akan membantu Anda dan dia mengatasi kebiasaan buruk yakni berfokus dan berkata hal negatif pada pasangan. Seperti dengan kasar mengatakan, "Tutup klosetnya dong!" atau "Butuh berapa lama sih untuk buang sampah?". Kata-kata yang bersifat memerintah ini hanya akan memperburuk keadaan.

Padahal Anda bisa mengatakan, "Sayang, aku serasa seperti ratu deh kalau kamu lihat tempat sampah penuh dan langsung membuangnya demi aku. Terima kasih loh sudah mau melakukannya untukku."

Tak ada yang salah jika Anda mengucapkan kata-kata seperti ini. Bukan bermaksud berlebihan, namun kata-kata yang menunjukkan sikap menghargai seperti ini terbukti berhasil bagi pasangan, yang ingin memiliki hubungan lebih positif dengan komunikasi penuh afeksi.

5 Cara Ekspresikan Terima Kasih ke Pasangan


Sesederhana apa pun ekspresi yang Anda tunjukkan untuk mengungkapkan terima kasih pada pasangan, akan membekas lama. Bahkan bisa menjadi "obat" saat Anda mulai kesal dengan kebiasaan buruk pasangan. Kebiasaan menunjukkan rasa terima kasih membuat hubungan yang sudah bertahun-tahun berjalan terasa selalu saja baru. Ungkapkan rasa terima kasih kepada pasangan dengan lima cara ini:

Kejutan kecil 
Bawakan makanan favoritnya sepulang kantor, atau belikan bunga, bukan karena hari itu adalah momen istimewanya. Cara sederhana ini tak memakan banyak biaya, kecuali pasangan Anda memiliki selera tinggi soal makanan atau bunga. Tak hanya menjadi bentukan ungkapan terima kasih, kejutan kecil seperti ini juga akan membuat hubungan lebih spesial.

Catatan kecil
Tinggalkan catatan di tempat yang kira-kira pasangan akan melihatnya. Tuliskan kata-kata yang menunjukkan ungkapan terima kasih, seperti "Terima kasih untuk semua yang sudah kamu lakukan untuk membuat hidup kita lebih baik." Kata-kata seperti ini menandingi bunga, sederhana tapi sarat makna.

Bertanya
Anda dan pasangan sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas setiap harinya. Jadi penting bagi pasangan untuk saling menunjukkan perhatian dengan meluangkan waktu bicara di penghujung hari. Anda bisa memulainya dengan bertanya tentang kegiatannya sepanjang hari. Cara ini menunjukkan adanya upaya bersama untuk menjaga hubungan tetap sehat.

Ucapkan terima kasih dan pelukan
Setiap kali pasangan melakukan sesuatu, seperti membantu si kecil mengerjakan pekerjaan rumahnya sepulang kerja, berikan apresiasi berupa ucapan terima kasih secara verbal atau dengan pelukan.

Menggantikan pekerjaan
Anda bisa mengekspresikan rasa terima kasih kepada pasangan dengan menggantikannya melakukan pekerjaan harian yang biasa ditanganinya. Dengan begitu pasangan akan merasa diperhatikan, tidak menganggap Anda mengabaikannya saat ia melakukan pekerjaan yang sama rutin setiap harinya.

Berapa Kali Frekuensi Bercinta yang Ideal?


Kesibukan yang menyita waktu membuat frekuensi hubungan seks suami-istri menjadi berkurang. Habis, pulang dari kantor sudah capek, inginnya tidur saja. Mau morning sex sama saja, karena kita juga selalu terburu-buru untuk berangkat ke kantor.

Sebenarnya, hal ini menimbulkan kekhawatiran juga. Idealnya, berapa kali sih frekuensi hubungan seks rata-rata pasangan suami-istri? Normal nggak sih, kalau seminggu hanya berhubungan seks satu kali saja?

Berbagai penelitian membeberkan sejumlah teori mengenai frekuensi ideal hubungan seks. Rata-rata, pasangan menikah berhubungan intim sekali atau dua kali setiap minggu. Faktor usia memang memegang peranan di sini. Pasangan yang berusia 20 tahunan dan baru menikah tentu lagi semangat-semangatnya untuk "bertempur". Namun untuk pasangan yang sudah berusia di atas 40 tahun, mungkin seks hanya sekadar menjadi kewajiban saja.
Nah, ketika suami dan istri sudah sepakat mengenai frekuensinya, maka itulah frekuensi yang normal untuk pasangan tersebut. Jumlahnya mungkin akan berbeda untuk setiap pasangan.


Nah, ketika suami dan istri sudah sepakat mengenai frekuensinya, maka itulah frekuensi yang normal untuk pasangan tersebut. Jumlahnya mungkin akan berbeda untuk setiap pasangan.


Tetapi bila Anda curhat dengan teman-teman pasangan yang lain mengenai frekuensi bercinta, jawabannya pasti akan bervariasi. Kaum pria mungkin akan lebih siap melakukannya kapan saja, selama dia tidak kelelahan atau stres. Sedangkan kebanyakan perempuan mungkin akan mengatakan bahwa sekali atau dua kali dalam sebulan sudah cukup.

Dr Phil McGraw, PhD, psikolog klinis dari University of North Texas, punya jawaban yang akan menenangkan Anda. "Sebenarnya tidak ada angka yang benar atau salah. Yang perlu Anda lakukan adalah bernegosasi mengenai frekuensi yang pas untuk Anda berdua. Negosiasi itu tidak berarti mengeluh, memohon, cemberut, atau memancing rasa bersalah pasangan, lho," katanya.
Yang lebih penting, Anda perlu mengetahui apa yang menyebabkan frekuensi seks Anda tidak sebanyak pasangan lain. Penyebabnya ternyata bukan sekadar kesibukan yang menyita waktu. Menurut Dr Phil, pasti ada ada hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian Anda di tempat tidur.

"Kehidupan seks Anda bisa berkurang 50 persen jika Anda mempunyai televisi di ruang tidur Anda. Jadi, matikan televisi jika Anda ingin meningkatkan frekuensi seks Anda," tukasnya.

Mengkudu dan Mangga Cocok Terapi Kanker

Buah mengkudu dan mangga mengandung bahan imunomodulator atau peningkat sistem kekebalan tubuh yang bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, kata peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Ediati.

"Mengkudu yang kaya polisakarida dapat digunakan sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh. Buah itu juga memiliki khasiat memiliki antibakteri, antitumor, antivirus, anthelmentika, analgesik, dan antiinflamasi," katanya di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, mangga memiliki kandungan mangiferin yang mampu menghambat aktivasi nuclear factor kappa B dan mampu meningkatkan kadar enzim GSH di dalam sel dan meningkatkan potensi dari agen kemoterapeutik.

"Dengan kandungan tersebut mangga cocok untuk dijadikan terapi kombinasi penyakit kanker," kata Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Ia mengatakan Indonesia memiliki potensi kekayaan alam dari tumbuhan obat. Dari total 40.000 jenis tumbuhan yang ada di dunia, sekitar 30.000 jenis tumbuhan ada di Indonesia, dan 940 jenis di antaranya merupakan tumbuhan berkhasiat obat.

"Dari hasil penelitian terhadap senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan berkhasiat obat tersebut menunjukkan adanya aktivitas imunomodulator," katanya.

Menurut dia sumber alam yang telah diteliti dan mempunyai efek sebagai imunomodulator di antaranya jamur ling zhi, jintan hitam, kedelai, keladi tikus, mangga, mengkudu, meniran, pegagan, rumput laut, sambiloto, sarang semut, sirih merah, songgolangit, dan susu kuda.

Pengembangan produk imunomodulator bahan alam, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk menekan tingkat kejadian penyakit infeksi. Bahan tersebut mampu memodulasi sistem imunitas dengan berperan menjaga kondisi homeostatis tubuh dan membantu tubuh memperbaiki ketidakseimbangan sistem imun.

"Selain berperan memerangi penyakit infeksi, imunomodulator juga berkembnag menjadi pilihan pencegahan dan pengobatan kanker," kata Ediati.


Monday, 26 November 2012

Yang Boleh dan Tidak Boleh Dibicarakan di Depan Anak

 Anda kerap berpikir anak-anak terlalu muda untuk mengerti pembicaraan orangtua? Pikirkan kembali.

“Dalam kenyataan, orangtua kerap kali terkaget-kaget ketika anak-anak terlalu banyak mendengar hal-hal yang belum semestinya didengar,”  ungkap Brad Sachs, PhD , seorang psikolog keluarga di Kolumbia, juga seorang penulis buku "The Good Enough Child and The Good Enough Teen”.

Anak adalah pendengar dan pengingat yang baik, oleh karena itu pikirkan kembali situasi dan kondisi sebelum Anda mengumbar kata-kata terhadap pasangan. Selain itu, anak-anak dapat merasa bingung dan kecewa atas apa yang didengarnya dari orang dewasa. Mereka tak selalu menyatakan kebingungannya di hadapan Anda karena khawatir Anda kecewa. Namun mereka dapat mengulang kata-kata atau perilaku yang tak selayaknya di lain waktu. Sebelum semua itu terjadi, berikut beberapa hal yang patut Anda pertimbangkan ‘Boleh dan Tidak Boleh’ dibicarakan di depan anak.

6 Hal yang Harus Dihindari
Topik panas
Hati-hati berbicara dengan pasangan Anda tentang isu-isu besar, seperti, masalah keuangan keluarga atau krisis keluarga. Anak-anak dapat secara magnetis tertarik dengan perdebatan dan emosional Anda,  demikian dipaparkan  Eileen Kennedy-Moore, PhD , seorang psikolog di Princeton, NJ, juga  penulis Smart Parenting for Smart Kids: Nurturing Your Child's True Potential . Kendati mereka mungkin tidak benar-benar mengerti apa yang terjadi. Interpretasi mereka dapat lebih menakutkan daripada apa yang sebenarnya terjadi.

Sebaiknya , jika sesuatu yang besar sedang terjadi dalam rumah tangga, cobalah menyembunyikannya dari anak-anak. Beri mereka fakta-fakta dasarnya saja, sedangkan detilnya dapat diberikan seiring berjalannya waktu. 

Bicara kotor
Jangan kerap mengritisi Guru sang anak, Ibu kandung Anda, ataupun mantan suami di hadapan anak. 
Sebaiknya, hentikan berbicara ini. Anda akan menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak. Selain itu, Anda juga dapat menyakiti anak karena telah membicarakan seseorang yang mereka sayangi. Ini akan menjadi luka yang sangat mengganggu hubungan Anda dengan sang buah hati.

Mengritik anak
Anda mungkin kerap mengutarakan kekecewaan atau kemarahan terhadap anak dengan berbicara di telepon, tanpa mempertimbangkan jika anak dapat mendengarnya.  Hati-hati, ini dapat sangat menyakiti anak-anak ketika mendengarnya. Anak dapat merasa malu atau sangat marah karena perilaku Anda.

Sebaiknya, hilangkan kebiasaan mengritik anak-anak atas kekurangannya. Cobalah lebih berhati-hati menyikapi kekecewaan Anda terhadap kecerobohan anak, ketimbang membicarakan pada orang lain.

Mengeluh
Orang dewasa kerap kali mengeluh  atas beberapa hal yang terjadi dalam hidupnya, seperti, pekerjaan dan pasangan. Sayangnya, ketika  didengar oleh anak-anak, mereka akan menangkapnya sebagai contoh atau perilaku buruk yang dapat diimitasi saat bersosial di sekolah bahkan kelak kemudian hari dalam pekerjaannya.

Sebaiknya , lebih banyak bicarakan tentang aspek positif dalam pekerjaan. Jika Anda sedang mengerjakan proyek yang penting akhir-akhir ini, pastikan anak mendengarnya dari Anda.

Kecewa
Kecewa dengan beberapa pemberitaan. Bagi anak-anak, dunia adalah tempat yang tidak begitu luas. Mereka mungkin mendengar sesuatu dan berasumsi  berlebihan tentang dunia serta merekamnya dalam pemikiran. Misalnya, ketika Anda mengomentari sebuah berita pencurian, mereka berasumsi jika perampok akan mendatangi rumah Anda dan mereka senantiasa ketakutan.

Sebaiknya , lindungi anak-anak dari pemberitaan negatif yang membuatnya salah mengerti.  Jika mendengar pemberitaan negatif, pastikan Anda memberikan pemahaman sesuai konteks dan jelaskan jika mereka cukup aman dalam kesehariannya.

Bersumpah serapah
Banyak orang dewasa sengaja maupun tak sengaja bersumpah serapah di depan anak-anak. Jangan kaget jika suatu saat anak-anak mengimitasinya. Mereka hanya menganggap jika pernyataan itu lucu dan menyenangkan.

Sebaiknya,  cobalah sebisa mungkin tak bersumpah di depan anak-anak. Jika Anda masih kerap tak sengaja melakukannya, cobalah katakan pada anak untuk mendenda Anda. Ini akan menjadi cara menanamkan pemahaman yang benar jika sumpah serapah itu tidak baik. Dan,  akan menjadi  alat kontrol orang dewasa untuk tak melakukannya kembali.

Tangani Langsung
Kendati Anda telah berhati-hati, anak-anak dapat mendengar hal-hal yang tak seharusnya mereka  dengar.

Berikut adalah tips  menangani  ketika hal itu terjadi :

Tanyakan apa yang mereka dengar.  Jika Anda mencuigai anak-anak mendengar sesuatu, tanyakan. Beritaju  jika mereka tidak akan mendapat masalah jika memberitahu Anda. Mereka mungkin  tahu jika menguping itu salah dan takut memberitahu Anda.

Jelaskan
Bantulah anak-anak menempatkan perspektif akan apa yang mereka dengar. Jika mereka kecewa dengan apa yang Anda dan pasangan perdebatkan, jelaskan jika orang dewasa kadang-kadang tidak sependapat. Perbedaan pendapat ini bukan berarti mommy  dan ayah akan bercerai.

Proaktif
Jangan pikir Anda dapat menyembunyikan sesuatu yang besar dari anak-anak. Misalnya, Anda atau pasangan terkena PHK, keluarga menderita penyakit serius, dan sebagainya. Merahasiakan sesuatu  dari anak-anak tidak akan selalu berjalan mulus. Sebaliknya, cobalah menjelaskan sesuai usia mereka dan lakukan pendekatan yang tepat. Kendati tidak perlu membagi  kebingungan dan kecemasan seluruhnya.

Dapatkan privasi sesuai kebutuhan. Jika Anda memiliki sesuatu hal serius yang perlu didiskusikan, lakukan di tempat lain. Cobalah membicarakan sembari berjalan keluar bersama pasangan. Atau bicarakan dalam kamar tidur tertutup selama beberapa menit. Jangan berbisik atau berbicara dalam kode didepan anak.

Biarkan mereka mendengar beberapa
Ada satu keuntungan anak-anak mendengar pembicaraan orang dewasa. Ini bisa menjadi salah satu cara memuji anak secara tak langsung. Sesekali cobalah berbicara dengan neneknya dan utarakan bagaimana pandainya anak di sekolah. Ini dapat meningkatkan kepercayaan diri anak. Terkadang, anak-anak lebih percaya apa yang mereka kuping daripada apa yang diutarakan orangtua kepadanya.