Tuesday, 27 November 2012

Modal Usaha Tanpa Utang, Bisakah?


Ketika memutuskan memulai usaha, yang pertama terbersit umumnya modal. Saat ini, tak sedikit yang berharap wirausaha dapat menambah pemasukan keuangan rumah tangga. Banyak pula orang yang langsung memulai usaha ketika melihat ada kesempatan. Padahal, berwirausaha tak semudah membalikkan telapak tangan. Khususnya ketika berbicara tentang modal.

Mungkin Anda termasuk orang yang mengambil risiko dan mengajukan pinjaman berbunga besar demi terlaksananya impian memiliki usaha dalam waktu singkat. Padahal menurut Lutfi Trizki SE, MM, RFA, menyusun perencanaan sebelum memulai usaha tak bisa secepat kilat.

Perencana keuangan ini menuturkan, setidaknya dibutuhkan waktu setengah tahun agar persiapan lebih matang sehingga hasil akhir berjalan seperti harapan. “Minimal waktu enam bulan ini untuk persiapkan dana dan melakukan riset pasar,” ujar Lutfi.
Selain matang, calon wirausahawan jangan terbawa emosi ketika membuat perencanaan. “Jangan sampai usaha langsung dimulai ketika keinginan hadir dan uang tersedia, karena banyak strategi yang harus dipikirkan,” lanjutnya.

Waspada bunga
Apa yang harus dilakukan ketika modal belum terkumpul dan Anda sedang mengupayakan sumber dana? Lebih baik cermati keuntungan dan kelebihan setiap alternatif pinjaman sebelum memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan jenis usaha Anda.

“Ketika kita memutuskan untuk berwirausaha dan mencari sumber modal ke bank atau koperasi kantor, perlu diketahui bahwa komitmennya besar dengan persyaratan yang cukup banyak, khususnya jika menginginkan bunga yang ringan,” ujar Lutfi. Apalagi, jika Anda memilih jenis pinjaman yang mudah cair dengan bunga tinggi.

Sisi positifnya, selain upaya pencairan yang instan, tagihan setiap bulan “memaksa” Anda disiplin mengelola pengeluaran. Selain itu, pinjaman ke bank juga dapat mengurangi pajak usaha di laporan keuangan.

“Namun, kita belum tahu bagaimana pasang-surut usaha kita kelak. Apakah tagihan pasti dapat diselesaikan tiap bulan? Karena ketika usaha mengalami penurunan dan kita masih punya tagihan, pada akhirnya dana darurat bisa terganggu, kan? Keuangan jadi rancu,” tambah salah satu penulis buku Successful Financial Planner  ini.

Nekat memilih cara paling ekstrem untuk mendapatkan modal? Menurut Lutfi, lebih baik tunda rencana memulai usaha dan siapkan sumber dana dengan tingkat risiko yang lebih rendah.
“Ada juga yang nekat menggadaikan surat berharga untuk memulai wirausaha, sementara nasib usaha pun belum pasti. Pada akhirnya, harta bisa disita dan kerugiannya lebih besar,” tegas Lutfi.

Dana pribadi
Para pemula sebenarnya tak perlu buru-buru memulai usaha karena usaha dapat dimulai dengan modal sendiri. Toh, Anda masih punya waktu mengumpulkan dana selama beberapa waktu.

Memang betul pilihan dana pribadi membutuhkan kesabaran karena waktu persiapan otomatis lebih panjang. Tapi, risikonya sangat minimal. Selain itu, Anda tak akan terlibat utang di kemudian hari dan keuntungan dapat segera “diputar” untuk mengembangkan usaha.

Mengumpulkan dana juga membutuhkan kedisiplinan supaya target tercapai. Nah, salah satu cara agar tetap disiplin adalah mengikuti arisan dengan tujuan mengumpulkan modal usaha. Selanjutnya, Anda perlu menyesuaikan alokasi dana dengan memfokuskan pendapatkan pada modal usaha.

Undang investor
Jika proses pengumpulan dana pribadi tak kunjung terpenuhi, coba upayakan pinjaman dari lingkaran terdekat, contohnya orangtua, saudara, atau teman baik. “Tentu pendekatannya lebih mudah karena kepercayaan sudah dibina sejak lama. Cicilan tagihan pun lebih ringan karena tidak berbunga. Itu kelebihan utamanya,” pungkas Lutfi.

Kekurangannya, faktor kedekatan pada akhirnya bisa membuat peminjam modal malah lupa bahwa ia sedang berbisnis. Kewajiban untuk membayar tagihan juga tidak terlalu mendesak karena ada harapan diberi keringanan oleh pemberi modal.

Alternatif lain adalah mengundang keluarga atau rekan menjadi investor usaha. Untuk cara ini, dibutuhkan persiapan dan perjanjian yang jelas. Anda harus memaparkan rencana usaha dan pembagian hak serta kewajiban secara rinci dengan pemilik modal.

“Perincian hak dan kewajiban ini penting, lho. Pembagian saham, kewenangan kedua pihak, dan pembagian keuntungan harus ditulis hitam di atas putih. Jangan mentang-mentang kenal lalu menggunakan asas kepercayaan,” papar Lutfi.

Hal ini dilakukan supaya bisnis tidak merusak hubungan di kemudian hari. Ketidaktegasan di awal, lanjut Lutfi, bisa membuat salah satu pihak merasa tidak adil dan memicu ketidakstabilan usaha. “Jangan sampai timpang tindih. Sebaiknya salah satu menjadi investor dan satunya yang menjalankan usaha,” tegas penulis buku Financial Parenting  ini.

Sumber : Tabloid Nova/ Annelis Brilian

Dapatkan Payudara Kencang, Segera!


Tak hanya sebagai simbol identitas, bagi kaum hawa payudara juga bisa menjadi senjata untuk mendongkrak rasa percaya diri. Hanya saja, seiring bertambahnya usia kekencangan payudara akan mengalami penurunan. Tidak perlu menjalani operasi untuk bisa mendapatkan payudara kencang dan indah seperti sediakala. Coba lakukan latihan sederhana ini 2-3 kali seminggu, dan dapatkan payudara kencang secara natural dalam satu bulan.

Half Push-Up
A. Letakkan tangan selebar dada di bangku. Seimbangkan bobot tubuh pada tangan dan ujung kaki. Jangan hanya bertumpu pada tangan. Usahakan tubuh dan kaki membentuk garis lurus.
B. Tekuk siku perlahan, masih dengan bertumpu pada tangan dan jari kaki. Lakukan hingga tubuh turun sejauh 10-15 cm. Tahan posisi ini selama 30 detik, lalu dorong tubuh kembali ke posisi semula. Pastikan tubuh tetap dalam posisi lurus selama melakukan gerakan ini. Lakukan 3-5 repetisi.

Tip & Teknik
* Tarik nafas saat mendorong tubuh ke bawah, embuskan nafas saat mengangkatnya ke posisi awal.
* Pastikan punggung selalu dalam posisi lurus.
* Latihan ini juga dapat dilakukan menggunakan stability ball.

Crisscross Press
A. Pegang dumbbell 1-2 kg pada masing-masing tangan, lalu berbaring lah di atas bangku, lutut ditekuk, telapak kaki menapak rata di lantai. Rentangkan tangan, tekuk kedua siku, angkat hingga sudutnya setinggi pundak dan membentuk sudut 90 derajat. Saat memegang dumbbell telapak tangan dalam posisi menghadap ke arah depan.
B. Kontraksikan otot dada dengan cara menyilangkan pergelangan tangan kiri di atas pergelangan tangan kanan. Kembali ke posisi semula, lalu gerakkan gerakan yang sama, tapi kali ini pergelangan tangan kanan di atas pergelangan tangan kiri. Lakukan 8-16 repetisi.

Tip & Teknik
* Embuskan nafas saat mengangkat tangan, hirup nafas saat kembali ke posisi semula.
* Gunakan otot, dan bukan momentum untuk mengangkat beban.
* Pastikan punggung bawah tetap menempel di bangku sepanjang latihan.
* Latihan ini bisa dilakukan di atas stability ball jika ingin mendapatkan bonus otot core yang kuat.

Chest Expander
Untuk peregangan otot dada, duduk tegak di bangku dengan tangan terentang di depan dada, jari-jari bersentuhan. Tekan tulang belikat merapat dan angkat tangan kanan ke atas sehingga membentuk garis diagonal. Tahan pose ini selama 30 detik. Kembali ke posisi semula dan ganti tangan untuk gerakan berikutnya.

Tip & Teknik* Saat melakukan gerakan ini, jaga agar pundak rileks jauh dari telinga, otot perut dikencangkan. Kita akan merasakan benar bekerjanya otot dada.
* Jangan membungkukkan dada saat melakukan gerakan ini.

Sumber : Prevention Indonesia Online/Rooslain Wiharyanti/ Astrid Anastasia

Tidur Pakai Bra Wajib jika Payudara Besar

Saat tidur, pilih bra yang nyaman dipakai.

Memakai bra dengan model dan ukuran yang sesuai bentuk payudara penting untuk menjaga agar payudara tetap kencang dan tidak kendur. Hanya ketika tidur, kita umumnya melepas bra untuk memberi kesempatan payudara "bernapas". Namun, apakah melepas bra saat tidur juga akan melindungi payudara dari gravitasi?

Sayangnya, tidak. Menurut pakar bedah kosmetik dr Arthur Perry, MD, tidur tanpa mengenakan bra justru menjadi penyebab utama payudara turun. Soalnya, gaya gravitasi tetap terjadi sekalipun kita dalam posisi tidur. Sementara itu, kita tidur setidaknya selama delapan jam. Artinya, proses penurunan payudara berlangsung selama delapan jam tersebut.
Istilah ilmiah untuk kondisi yang turun atau kendur adalahptosis, yang berkaitan dengan gaya gravitasi, ukuran, dan waktu. Gaya gravitasi ke bawah meregangkan kulit di sekitar payudara. Seiring bertambahnya usia, sistem support kolagen alami pada kulit melemah dan membuatnya sulit kembali ke kondisi semula.

Ukuran payudara juga memengaruhi terjadinya ptosis. Semakin besar payudara Anda, entah itu karena keturunan, implan, atau kehamilan, semakin cepat mereka melorot. Perempuan yang payudaranya ber-cup A dan B sih tak perlu terlalu khawatir. Mereka yang cup-nya C dan seterusnyalah yang harus mulai membiasakan diri tidur dengan tetap memakai bra.

Membesarnya volume payudara yang disebabkan oleh pertambahan berat badan, kehamilan, atau implan juga meningkatkan kekenduran payudara. Profesor bedah di Columbia University, New York, ini mengatakan, lapisan dermis (bagian dalam) pada kulit akan meregang dan robek untuk mengompensasi perubahan ukuran payudara yang cepat (yang kita sebut stretch marks). Nah, kulit yang meregang inilah yang cenderung akan menurun.

Menurut dr Perry, tidak ada bukti bahwa tidur dengan memakai bra menimbulkan efek negatif. Juga tidak perlu khawatir bahwa payudara yang saling bergesekan akan menyebabkan keriput di area tersebut. Keriput ditimbulkan akibat penuaan dan paparan sinar matahari.
Agar tetap nyaman saat tidur, Anda bisa memilih pakaian dalam jenis sports bra atau kamisol dengan built-in bra (bra yang sudah terpasang di dalam kamisolnya).

Sumber : YouBeauty

3 Kiat Menyisihkan Dana Pribadi untuk Modal Usaha

Pisahkan uang untuk rumah tangga dan wirausaha agar
pertumbuhan usaha dapat diketahui dengan mudah
Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum memulai usaha? Jawabannya, keuangan rumah tangga yang sehat dan terencana. Hal ini dibutuhkan agar kelak tak ada tumpang-tindih antara keuangan rumah tangga dan keuangan usaha. Anda tak ingin pertumbuhan usaha tersendat karena keuntungan digunakan untuk menutupi pengeluaran rumah tangga, kan?

Nah, apa saja yang harus dipenuhi sebelum Anda menyisihkan dana untuk modal? Simak penuturan perencana keuangan Lutfi Trizki SE, MM, RFA, berikut ini:

Dana darurat untuk keluarga. Perhitungannya, jika Anda memilik 1 – 2 anak, dana darurat yang harus disiapkan sebesar enam kali pengeluaran rumah tangga. “Jika Anda berniat untuk memulai usaha, besaran dana darurat yang harus disiapkan adalah setara jumlah pengeluaran selama 9 – 12 bulan,” ujar Lutfi.

Tapi, kalau Anda memiliki tiga anak atau lebih, dana yang disiapkan otomatis lebih besar lagi. Besaran tersebut dapat menjadi dana cadangan jika terjadi hal yang tak diinginkan dalam keluarga atau usaha. “Selisih yang cukup besar itu diasumsikan dapat menutupi kebutuhan ketika bisnis Anda surut sebelum balik modal,” tambah Lutfi.

Disiplin mengatur pembukuan keuangan. “Anda harus stick to the budget. Pisahkan uang untuk rumah tangga dan wirausaha agar pertumbuhan usaha dapat diketahui dengan mudah. Banyak sekali wirausahawan yang sulit mendisiplinkan diri, khususnya jika keuangan bisnis dan rumah tangga dipegang oleh orang yang sama,” papar Lutfi.

Siapkan asuransi primer. Menurut Lutfi, asuransi jiwa penting untuk penghasil keuangan utama dalam keluarga. “Jadi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, ada biaya pertanggungan yang dapat membantu keuangan selanjutnya,” tambahnya. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan asuransi kesehatan.

Namun di antara ketiganya, dana darurat tetap yang utama. Pasalnya, menurut Lutfi, ada kalanya Anda akan membutuhkan uang yang dapat digunakan dalam keadaan mendesak. “Contoh yang terburuk jika pasangan meninggal. Pencairan asuransi akan membutuhkan waktu. Ketika itulah dana darurat sangat diperlukan,” pungkasnya.



Menghindari Pesaing, Kesalahan Utama Saat Berbisnis


Banyaknya kisah sukses di balik sepak terjang wirausahawan tak pelak membuat orang tertarik berkecimpung di dalamnya. Akan tetapi, pada kenyataannya memulai usaha memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak faktor yang menuntut pelakunya pantang menyerah dalam memasarkan barang dagangan agar tidak tenggelam di tengah persaingan.

Selain perkara modal, kejelian melihat peluang pun menjadi faktor penting dalam memulai usaha. “Penting diingat bahwa di samping menggapai kesuksesan, bisnis juga bertujuan membantu masyarakat dengan memberikan solusi yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhannya,” ujar Laksita Utama Suhud, konsultan bisnis di Business Wizards Consulting.

Tak dapat dipungkiri, seorang pemula memang harus memperbanyak referensi agar terhindar dari kesalahan-kesalahan yang dapat memperlambat atau bahkan mematikan laju pertumbuhan bisnis. Nah, menurut Laksita, terdapat tiga jebakan wirausaha yang seringkali ditemui para pebisnis. Yuk, simak bersama uraian dari business and marketing consultant  ini.

Menghindari pesaing
Memilih produk untuk bisnis membutuhkan begitu banyak perhitungan. Sebelum Anda memutuskan jenis barang atau jasa yang akan ditekuni, ketahui terlebih dahulu atmosfer bisnis dari masing-masing produk.

“Kecenderungan pemula dalam memilih bidang usaha biasanya mencari lahan yang tidak ada kompetitor. Mereka mencari aman dan terjebak di penjualan barang atau jasa yang tidak dibutuhkan pasar dalam jumlah besar,” ujar penulis buku Start Up Business Wizard  ini. Laksita menambahkan, dengan memilih produk yang tidak dibutuhkan pasar dalam jumlah banyak, berarti waktu yang diperlukan untuk mengembangkan usaha semakin panjang.

Memilih produk memang cukup rumit. Di satu sisi, berbisnis dalam bidang yang langka membuat hati tenang karena minimnya pesaing. Namun di sisi lain, pebisnis membutuhkan kesabaran karena produk yang dijual bukan barang primer masyarakat. Sementara ketika memilih produk yang dibutuhkan pasar dalam jumlah yang banyak, “Produk yang memiliki peluang bagus untuk dijual pasti memang ramai akan persaingan, namun permintaan masyarakat pun sudah jelas ada,” tambahnya.

Contoh, Anda ingin membuat usaha di wilayah dekat kampus yang ramai akan mahasiswa. Toko alat tulis serta aneka jenis makanan tentu sudah marak, namun target pemasaran sudah jelas karena Anda menjual barang yang selalu mereka butuhkan. Berbeda jika Anda memutuskan membuka pet shop. Meskipun hanya satu-satunya di wilayah itu, namun gairah konsumsi terhadap produk tersebut terbatas pada golongan tertentu serta intensitasnya tidak terlalu tinggi.

Mudah merasa puas
Ketika seseorang sudah memilih bidang yang akan ditekuni, selanjutnya ia mencari cara agar produk yang ia jual mampu mencuri hati konsumen. “Ingat, pasar selalu mencari yang terbaik. Maka pebisnis harus memiliki keunggulan bersaing,” kata Laksita.

Keunggulan kompetitif ini, biasanya luput dari pebisnis yang hanya memusatkan perhatian kepada usahanya, tanpa ikut memperhatikan geliat bisnis lain yang ada di sekitarnya. Maka, kesalahan kedua pebisnis adalah mudah merasa puas dengan pencapaiannya sehingga tidak memiliki keunggulan kompetitif yang membuat pelanggan kembali mengonsumsi barang yang ditawarkan. Pasalnya seperti prinsip ekonomi, masyarakat akan memilih mengeluarkan uang sekecil-kecilnya untuk manfaat yang sebesar-besarnya.

Maka untuk mendapatkan konsumen tetap, ada beberapa unsur yang harus diperhatikan dalam berbisnis. Unsur tersebut meliputi product, price, place, promotion, dan people, yang lebih baik dibandingkan tempat lain. “Kita harus memiliki produk yang lebih baik, dilihat dari penyajian, bahan baku, ataupun keunikannya. Akan lebih baik jika kita mengembangkan apa yang sudah banyak di pasaran,” ujar Laksita.

Laksita juga menjabarkan bahwa masalah harga (price) pun harus kompetitif. Dengan produk yang lebih unggul, kita harus mencermati sehingga harga yang ditetapkan sesuai dengan produk yang kita tawarkan.

Sementara dari segi tempat (place), yang perlu diperhatikan bukan hanya memilih tempat strategis yang dilewati banyak calon pembeli, tapi juga bagaimana wirausahawan memperhatikan konsep ruang bisnis yang unik dan membuat nyaman konsumen.

“Bagaimana melakukan promosi yang baik? Kuncinya adalah membuat calon pembeli menjadi pembeli, dan dia yang sudah membeli menjadi langganan bahkan memberi tahu teman-temannya untuk datang,” ujar Laksita. Ingat, pelanggan yang puas, dapat menjadi aset promosi terbaik untuk usaha Anda.

Terakhir adalah better people. Inti dari poin ini adalah bagaimana memperbaiki jasa pelayanan yang dapat membuat konsumen puas dan nyaman. “Karena apabila keempat unsur tadi sudah bagus tapi pelayanannya tidak memuaskan, bisa-bisa pembeli tidak ingin kembali lagi,” tukas Laksita. Untuk hal-hal tersebut, sudah sepatutnya pebisnis tidak merasa cepat puas agar terus ada keinginan untuk mengembangkan dan membuka bisnisnya lebih baik.

Tidak gigih
Jika hal-hal yang penting dilakukan dalam bisnis sudah dilaksanakan namun usaha Anda tak kunjung menunjukkan pertumbuhan, Laksita mengatakan, bisa jadi kesalahannya ada pada kegigihan Anda. “Jebakan yang ketiga adalah jika kita merasa semua yang kita lakukan cukup dan tidak perlu massive action,” pungkasnya.

Ia mengatakan, banyak pebisnis yang sekadar ingin memiliki usaha namun tidak memiliki niat untuk mengembangkannya. “Indikator sukses itu high sales. Jika usaha tak kunjung berkembang, penjualan atau permintaan dari konsumen tidak kunjung tinggi, padahal Anda sudah menawarkan produk, harga, tempat, dan faktor lain yang bagus, berarti Anda kurang ngotot dalam usaha,” tambahnya. Pasalnya, ia menambahkan, pebisnis tidak bisa setengah-setengah. Jiwa bisnis dan keinginan untuk sukses, harus ditanamkan penuh dalam diri sebelum memulai usaha.

Mengelola Profit Bisnis untuk Investasi

Berapa pun profit bisnis Anda, jika dikelola
dengan baik lantaran adanya tujuan
keuangan yang jelas, Anda bisa mendapatkan
manfaat darinya di masa mendatang

Dengan memahami dan menentukan tujuan keuangan, bisnis yang Anda jalankan bisa menjadi investasi jangka panjang. Berapa pun profit bisnis Anda, jika dikelola dengan baik lantaran adanya tujuan keuangan yang jelas, Anda bisa mendapatkan manfaat finansial darinya untuk kebutuhan di masa mendatang.

Jika Anda berencana memulai bisnis, jangan dulu menyerah ketika profit yang Anda dapatkan tidak bernilai besar. Dengan kata lain, jangan pernah meremehkan berapa pun profit yang Anda dapatkan dari bisnis yang sedang dijalankan kini.

Perencana keuangan Ligwina Hananto mengatakan, dengan memiliki tujuan keuangan yang jelas, profit yang didapatkan dari bisnis bisa meningkatkan penghasilan dan dimaksimalkan untuk perencanaan keuangan ke depan.

"Apa tujuan finansialnya, apakah untuk dana pensiun, liburan, pergi haji, biaya pendidikan anak. Harus dipikirkan ke mana uang dari hasil bisnis akan digunakan," jelasnya seusai jumpa pers peluncuran program "Smart Shopper Berbisnis" dari BelowCepek.com di Hong Kong Cafe, Jakarta, Selasa (26/11/2012).

Ligwina mencontohkan, dengan untung bisnis Rp 30.000 sekalipun, jika pebisnis memiliki tujuan finansial yang jelas, uang ini bisa dikumpulkan sebagai dana pendidikan anak atau dana pensiun, dengan perencanaan keuangan yang jelas.


5 Kebiasaan Buruk Pasangan dalam Berkomunikasi


Kemauan mendengar dan berkata yang menunjukkan
sikap  menghargai perlu dimiliki pasangan
Pentingnya membangun komunikasi positif dalam hubungan berpasangan, telah berkali-kali disebutkan dalam berbagai penelitian menyangkut hubungan juga pernikahan. Banyak riset yang juga menunjukkan, minimnya komunikasi merupakan salah satu penyebab perceraian.

Menurut Deb Dutilh, relationship coach, berikut kebiasaan buruk pasangan dalam berkomunikasi yang berkontribusi terhadap rusaknya hubungan, bahkan memicu perceraian:

Berpura-pura
Berapa kali Anda bilang "Iya" padahal sebenarnya Anda ingin mengatakan "Tidak"? Apakah Anda juga kerap mengatakan, "Saya tidak tahu" karena takut dikritisi, ditolak, atau dihakimi? Saat Anda terbiasa menerima segala hal yang berlawanan dengan hati kecil Anda, memilih diam untuk mencegah terjadinya perselisihan, maka Anda tengah menyimpan rasa dendam dan kebencian.

Menutupi perasaan dan tak memercayai pasangan untuk bersikap lebih dewasa menerima kata "Tidak" dari Anda, takkan membuat keadaan lebih baik. Lebih baik katakan sejujurnya apa yang Anda rasakan. Jika sedang berselisih, katakan dengan jujur, "Saya tidak bisa membahas ini sekarang. Saya perlu memikirkannya kembali, dan siap membahasnya satu jam lagi."

Penuhi janji Anda tersebut, dan hindari mengiyakan apa saja yang dikatakan pasangan hanya demi menghindari perbedaan pendapat yang berakhir pada perselisihan.

Ketidaksesuaian
Komunikasi yang terjadi pada pasangan kebanyakan bersifat non verbal. Kadangkala, apa yang Anda ucapkan tak sesuai dengan gestur tubuh. Tak heran jika kemudian banyak pasangan yang bertengkar, dan semakin emosi terhadap satu sama lainnya.

Saat Anda mengatakan sesuatu dibarengi dengan bahasa tubuh yang tak sinkron, Anda tengah mengirimkan pesan kepada lawan bicara. Untuk menghindari ini, pastikan Anda bicara dengan pasangan sambil menjaga kontak mata. Dengan begitu, Anda dan dia saling mendengarkan secara aktif, dan fokus pada apa yang dikatakan lawan bicara.

Sikap kalah-menang
Komunikasi efektif terjadi saat lawan bicara Anda menerima pesan Anda dengan baik. Meski begitu selalu ada kemungkinan komunikasi menjadi memburuk ketika membahas isu yang membuat Anda dan dia merasa tak nyaman. Anda dan dia pun mulai bersikap menghakimi, menyalahkan dan melawan.

Saat komunikasi memburuk, sikap mencari kesalahan lawan bicara, bahkan dibarengi sikap emosional, takkan memperbaiki keadaan. Alih-alih menunjukkan sikap menang-kalah, ciptakanlah suasana yang tenang bersama pasangan. Bangun komunikasi yang lebih positif dengan sikap saling menghargai pendapat lawan bicara, dan bersikaplah jujur serta terbuka.

Banjir interupsi
Komunikasi yang baik juga membutuhkan kemampuan dan kemauan mendengar. Memotong pembicaraan dan tak memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk mengutarakan pendapatnya secara lengkap, juga kerap terjadi dalam komunikasi pasangan.

Yang kerap terjadi adalah, pria seringkali mengeluhkan tuntutan pasangannya untuk memberikan respons cepat, padahal ia masih memikirkan jawabannya. Jika Anda merasa mengalami hal ini, alih-alih menuntut pasangan memberikan respons cepat, hitung hingga 30 sebelum Anda mengeluhkan sikap pasangan yang sedang memikirkan jawaban atas pertanyaan Anda. Juga jangan ajukan beberapa pertanyaan sekaligus.

Memberikan kesempatan pada pasangan untuk bicara, dan tidak memotong perkataannya, menimbulkan rasa saling menghargai. Latih kesabaran untuk menunggu, tidak lagi menginterupsi apalagi menuntut pasangan untuk memberikan respons cepat sesuai keinginan Anda.

Hanya berfokus pada hal negatif
Munculkan kembali kebiasaan mengucapkan kata-kata positif, seperti "Terima kasih", "Tolong" atau kata lain yang menunjukkan sikap menghargai.  Hal ini akan membantu Anda dan dia mengatasi kebiasaan buruk yakni berfokus dan berkata hal negatif pada pasangan. Seperti dengan kasar mengatakan, "Tutup klosetnya dong!" atau "Butuh berapa lama sih untuk buang sampah?". Kata-kata yang bersifat memerintah ini hanya akan memperburuk keadaan.

Padahal Anda bisa mengatakan, "Sayang, aku serasa seperti ratu deh kalau kamu lihat tempat sampah penuh dan langsung membuangnya demi aku. Terima kasih loh sudah mau melakukannya untukku."

Tak ada yang salah jika Anda mengucapkan kata-kata seperti ini. Bukan bermaksud berlebihan, namun kata-kata yang menunjukkan sikap menghargai seperti ini terbukti berhasil bagi pasangan, yang ingin memiliki hubungan lebih positif dengan komunikasi penuh afeksi.